Bejo Sugiantoro Buka Fakta Penyebab Persik Degradasi ke Liga 3

by in Liga 2 // 0 Comments

Tim legendaris sekaligus mantan juara kompetisi kasta tertinggi dua kali musim 2003 dan 2016, Persik Kediri, bernasib tragis. Tim berjulukan Macan Putih itu harus terdegradasi ke Liga 3 setelah tersisih di babak play-off Liga 2.

Tim yang sebelumnya dibesut Bejo Sugiantoro itu dipastikan harus berjuang di kompetisi kasta terbawah musim depan. Menyoal keterpurukan Persik, Sugiantoro selaku mantan pelatih kepala tim ini mengaku sangat prihatin. Ia tak mengira Persik bakal terdegradasi.

Sebab dari segi kualitas individu pemainnya, menurut Sugiantoro tim ini lebih layak bertahan. Sugiantoro sendiri menyebutkan, salah satu yang menyebabkan Persik Kediri terpuruk karena kurangnya kekompakan antara tim (pelatih dan pemain) dengan manajemen.

Sayang, ayah Rahmat Irianto pilar Timnas Indonesia U-19 itu menolak untuk menjabarkan kekompakan apa yang ia maksud.

“Sejak awal saya melatih tim ini, hal itu yang saya rasakan. Sehingga kami gagal melaju ke babak 16 besar Liga 2,” ucap mantan libero Timnas Indonesia di era pertengahan 1990-an ini.

Namun ia menampik bila keputusannya mundur setelah fase penyisihan grup karena masalah di internal tim ini. Sugiantoro menyatakan bahwa ia memutuskan tak melanjutkan kontraknya dengan manajemen Persik lantaran harus mengikuti kursus pelatih lisensi B AFC di Sawangan.

Sebab, ia melihat kekompakan yang sebelumnya kurang bagus di tubuh tim ini justru membaik setelah mereka gagal melaju ke babak 16 besar perlahan-lahan mulai tertata.

Ia tak memungkiri bila pemainnya sempat kehilangan gairah usai kegagalan di babak penyisihan, namun situasinya sudah membaik sebelum ia memutuskan untuk mundur.

Di babak play-off, Persik memang sudah tidak ditangani oleh Sugiantoro. Posisi pelatih kepala ditempati Riono Asnan. Untuk itu, Sugiantoro tak mau berkomentar lebih jauh mengenai penyebab kegagalan Persik bertahan di Liga 2 usai meraih hasil buruk di babak play-off.

“Saya tidak bisa berkomentar lebih jauh mengenai kegagalan di babak play-off. Saya sudah tidak ada di sana lagi. Tidak etis mengomentari hasil kerja orang lain, sementara sebelumnya saya juga bertanggung jawab atas nasib Persik,” ujar Sugiantoro yang dikontak Bola.com pada Jumat (20/10/2017).

Bagi Sugiantoro, mungkin ini sudah menjadi perjalanan Persik Kediri yang sudah digariskan oleh Tuhan.

“Saya yakin semua sudah berusaha keras, baik pemain, Coach Riono Asnan, dan manajemen sudah mati-matian menyelematkan tim ini. Tapi di sepak bola ada faktor keberuntungan yang juga menentukan akhir dari perjalanan sebuah tim,” terang pelatih yang juga legenda Persebaya Surabaya itu.

loading...
[X] close