Polisi Sayangkan Ulah Oknum Bobotoh Usai Laga Persib vs Madura United

by in Suporter // 0 Comments

Bentrokan antara Bobotoh dengan polisi terjadi usai laga Persib Bandung melawan Madura United. Ulah pelemparan Bobotoh ke pihak keamanan pun disayangkan.

Adalah Kapolres Bandung AKBP Nazly Harahap yang menyangkan tingkah oknum bobotoh itu. Dalam pantauan detikSport, Kamis (19/10/2017), sempat terjadi sedikit kericuhan di pintu utara Stadion Si Jalak Harupat. Oknum bobotoh menyerang Polisi di pintu tersebut dengan melemparkan botol dan batu.

“Seharusnya jangan begitu. Mayoritas bobotoh baik, hanya menurut saya itu oknum, tidak ada masalah,” kata Nazly saat ditemui detikSport di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Nazly mengungkapkan, pertandingan antara Persib melawan Madura United berjalan dengan aman. Walaupun ada sedikit riak-riak (cemoohan) bobotoh terhadap manajemen Persib.

“Saya lihat masih dalam batas normal. Semua masih berjalan aman, tidak ada korban satupun dan pertandingan berjalan aman. Polisi pun tidak ada korban, hanya ada kekecewaan sedikit dari bobotoh saya anggap wajar ” ungkapnya.

Nazly menilai, riak-riak itu merupakan bentuk kecewan terhadap hasil pertandingan sehingga ada (bobotoh) emosi. “Menurut saya masih dalam batas wajar, tidak ada masalah,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mengamankan pemain dari riak-riak bobotoh itu polisi melakukan pagar betis dan pengawalan.

“Pemain dari kedua tim aman, tidak ada satupun penonton yang terluka, tidak ada satu penontonpun yang menjadi korban. Semua aman, tidak ada penonton yang diamankan,” tambahnya.

Untuk polisi yang dilempar oleh bobotoh saat melakukan pengamanan Nazly anggap sudah menjadi resiko. “Itu resiko jadi polisi yang penting polisi profesional dan tidak terpancing. Ini memang tugas polisi mengamankan tugas seperti itu,” ucaapnya.

Meski tidak ada korban jiwa, dua patung Maskot PON XIX Jabar 2016 Lala dan Lili dirusak oleh oknum bobotoh itu.

loading...
[X] close