Alasan PSSI Gelar Investigasi Penanganan Medis Choirul Huda

by in PSSI // 0 Comments

PSSI berencana melakukan investigasi mendalam terkait proses penangan medis terhadap kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, yang akhirnya meninggal dunia.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono mengatakan, sejatinya mereka tidak mau terburu-buru untuk membuat penilaian tentang bagaimanya penanganan yang sudah dilakukan oleh tim medis tuan rumah sesaat setelah terjadinya insiden benturan yang melibatkan Huda dengan bek Persela, Ramon Rodriguez saat menjamu Semen Padang di Stadion Surajaya Lamongan, dua hari lalu.

“Kami menyadari bahwa setiap insiden di lapangan memiliki tingkat kesulitan dan kadar kecelakaan yang berbeda. Sehingga dari situ, maka standar dan cara penanganannya pun harus berbeda- berbeda,” papar Joko setelah menggelar pertemuan dengan Menpora Imam Nahrawi di Jakarta, kemarin (16/10).

Nah, khusus bagi insiden yang mengakibatkan Huda menghembuskan napas terakhir tersebut, Joko mengungkapkan bahwa, seharusnya tim medis melakukan pertolongan pertama secara tuntas di tengah lapangan sampai dengan sang pemain melakukan siuman pertama. “Jadi, tidak perlu buru-buru dibawa ke rumah sakit,” timpalnya.

Dengan begitu, demi mendapat informasi utuh terkait proses penanganan medis terhadap Huda tersebut, Joko menuturkan, federasi sudah memutuskan untuk melakukan investigasi mendalam.

Sebab, PSSI juga berencana melaporkan kasus Huda tersebut ke FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) di Zurich, Swiss.

“Tadi sudah diskusi juga dengan Ketua Umum (Edy Rahmayadi, red), bahwa komite medis dan tim PSSi akan melakukan pendalaman tentang kasus ini agar kedepan penanganan yang demikian itu menjadi sesuatu yang lebih efektif,” ujar pria yang juga Wakil Presiden AFF (ASEAN Football Federation) itu.

Dalam perkembangan yang sama, Menpora Imam Nahrawi menyarankan PSSI agar secepatnya melakukan edukasi terkait cara penolongan pertama bagi pemain yang mengalami cedera di dalam lapangan.

Menurut Nahrawi, bentuk edukasi itu harus dilakukan sejak para pemain masih di Sekolah Sepak Bola atau Akademi Sepak Bola.

“Jadi, setelah melewati proses edukasi yang baik di akademi sepak bola, atau di klub sepak bola, bahkan di lingkungan lain di Masyarakat, maka persitiwa yang saat mengalami kiper Persela itu bisa diminimalisir,” ujarnya.

“Kami sebagai pemerintah akan memberikan suport penuh,” timpal menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Di sisi lain, sebagai bentuk tanda belasungkawa atas meninggalnya Huda tersebut, PT LIB (Liga Indonesia Baru) secara resmi menyatakan bahwa, pekan ke-29 dan 30 kompetisi elit tanah air itu dijadikan sebagai pekan duka sepak bola tanah air.

“Jadi semua pemain wajib menggunakan pita hitam serta mengheningkan cipta sebelum laga berlangsung,” imbuhnya. (ben)

loading...
[X] close