Posisi Joko Susilo di Arema Aman hingga Liga 1 Usai

Beragam kritik mencuat setelah Arema FC menelan kekalahan 1-6 di kandang Bali United, Minggu (8/10/2017). Selain kiper Dwi Kuswanto, pelatih Joko ‘Getuk’ Susilo juga tak lepas dari sasaran kritik.

Meski protes dari Aremania tidak seberat yang diterima pelatih Arema sebelumnya, Aji Santoso, yang mundur pada pertengahan musim.

Sebenarnya Getuk sudah mengalami kekalahan yang lebih telak dari era Aji Santoso. Waktu putaran pertama, Arema menelan kekalahan paling besar di kandang Persela Lamongan, empat gol tanpa balas. Catatan lebih buruk justru diberikan Getuk dengan kekalahan 1-6.

Namun, manajemen Arema masih memberi kepercayaan penuh kepada pelatih berlisensi A AFC tersebut. Setidaknya garansi tersebut diberikan hingga Liga 1 berakhir.

“Tidak ada rencana perubahan di komposisi tim pelatih. Sampai akhir musim semua akan tetap dipertahankan,” kata Sudarmaji, media officer Arema FC.

Getuk selalu siap menerima konsekuensi dari manajemen karena dia bertanggung jawab atas semua hasil yang diraih Arema pada putaran kedua Liga 1.

Kini posisi Arema sudah melorot satu setrip ke urutan kedelapan. “Sekarang kami masih belum menyerah. Enam pertandingan terakhir tetap jadi pertaruhan nama besar Arema,” kata Getuk.

Saat ini, Arema masih diganggu dengan komposisi tim yang tidak lengkap. Kiper utama Kurnia Meiga disinyalir absen hingga akhir musim. Padahal, kehadirannya di lapangan memberikan ketenangan tersendiri bagi lini belakang Arema.

Selain itu, bek muda Bagas Adi Nugraha masih berkutat dengan cedera lutut saat memperkuat Timnas Indonesia U-22.

“Sekarang Meiga dan Bagas yang belum bisa gabung dengan tim utama Arema. Sedangkan Ahmet Atayev akan kembali setelah memperkuat Timnas Turkmenistan. Semoga kami bisa kembali bangkit setelah kekalahan di Bali,” kata Getuk.

loading...