Ini Motivasi di Balik Kebangkitan Samsul Arif Bersama Persela

Keputusan Samsul Arif untuk hijrah ke Persela Lamongan di awal musim ini tampaknya cukup tepat. Pasalnya, di kompetisi Liga 2017 ini, Samsul kembali menemukan performa terbaik. Ia tajam seperti di era keemasannya beberapa tahun silam.

Sinar Samsul sempat meredup selama membela Persib Bandung di sepanjang musim 2016. Di tim Maung Bandung, selain sempat dibelit cedera, Samsul juga lebih banyak menjadi penghangat bangku cadangan.

Kerja keras plus keberuntungan diakuinya sebagai salah satu faktor dirinya kembali bersinar di musim ini. Meski ia selalu berupaya membuktikan ketajaman di setiap kesempatan yang diberikan pelatih, Samsul masih kerap jadi pilihan kedua di lini depan ketika pemain asing Persela asal Brasil, Ivan Carlos Franca, dalam kondisi fit.

Namun, cedera metatarsal yang membelit Carlos di awal putaran kedua Liga 1 2017 membawa berkah tersendiri buat Samsul. Sebab, pelatih tak memiliki pilihan lain di sektor penyerang selain striker asal Bojonegoro tersebut.

“Mungkin ada benarnya kalau kerja kerasnya serta adanya faktor keberuntungan membuat Samsul bisa kembali lagi. Tapi, ketajaman serta kemampuannya mencetak gol sebetulnya tidak pernah menurun. Sampai sekarang Samsul salah satu yang terbaik untuk urusan menggedor pertahanan lawan,” ujar Ragil Sudirman, asisten pelatih Persela perihal Samsul.

Setelah Carlos menepi, Samsul menjadi pilihan utama, baik saat Persela masih dibesut Herry Kiswanto maupun Aji Santoso. Namun sebetulnya, jika saja Carlos tak menepi, bisa jadi Samsul memang menemukan kejayaannya lagi bersama Laskar Joko Tingkir.

Bukti lain, saat Carlos masih aktif, Samsul sudah mengoleksi jumlah gol yang hampir sama dengan striker berkepala plontos itu. Padahal, menit bermainnya jauh lebih sedikit dibanding Carlos.

Samsul mengungkapkan ia bisa kembali tajam seperti sekarang karena semangat besar yang ia miliki. Hingga 27 pertandingan yang sudah dijalani Persela, Samsul mengoleksi 12 gol. Jumlah saya seperti koleksi milik Addison Alves (Persipura) dan Reinaldo da Costa (Persija).

“Saya kembali ke Lamongan memang niatnya untuk menunjukkan saya belum habis. Selain itu, Lamongan itu ibarat rumah kedua karena pernah dibesarkan klub ini,” ujar pemain yang pernah menjadi icon Persela di dua musim berbeda, 2009-2010 dan 2012-2013 itu.

Ia menyebutkan motivasi lain adalah memberikan kebanggaan pada LA Mania dan publik Lamongan yang pernah ada untuk dirinya selama membela Persela. Begitu juga dengan keluarga besarnya yang berada di Bojonegoro, kota tetangga Lamongan.

“Persela dan LA Mania selalu ada di hati saya. Di sini saya punya banyak memori indah yang tak terlupakan. Selain itu, saya sekarang sudah punya istri dan anak. Saya ingin mereka senang dan bangga. Begitu juga keluarga besar di Bojonegoro, terutama orang tua saya yang selalu menonton ketika saya main bersama Persela di Lamongan,” tuturnya.

loading...