Game MM Bola Tangkas Online Indonesia

Tumbangkan Sriwijaya FC, Mitra Kukar Mantap Menatap Gresik

Mitra Kukar berhasil mengoleksi tiga poin saat menjamu Sriwijaya FC di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang tadi malam (30/9).

Dengan modal tiga poin, Naga Mekes, julukan Mitra Kukar, mantap menatap laga kontra Persegres Gresik, pekan depan.

Setelah kalah dalam empat laga beruntun, Naga Mekes –julukan Mitra Kukar– kembali merasakan manisnya tiga poin di depan pendukung sendiri.

Dua gol tanpa balas menjadi bukti, Naga telah terbangun dari tidur panjangnya.

Sebelumnya, Mitra Kukar menelan empat kali kekalahan secara beruntun. Dimulai kalah dari Persija (1-2), Perseru Serui (1-2), Arema FC (0-3), dan PS TNI (1-2). Raihan ini, membuat pelatih Mitra Kukar, Yudi Suryata layak mendapat acungan jempol.

Pada pertandingan tersebut, eks arsitek Persis Solo itu melakukan rotasi berani. Dia membangkucadangkan Mohamed Sissoko dan memilih menduetkan Bayu Pradana dengan Muhammad Bachtiar.

Walhasil, permainan pada babak pertama lebih stabil karena dua gelandang bertahan rajin membantu pertahanan.

Namun demikian bukan berarti Naga Mekes tampil sempurna. Garangnya lini belakang tak berbanding lurus dengan lini depan. Di mana, pola serangan Mitra Kukar terlalu monoton dan mudah dimentahkan lawan. Hingga turun minum, tak ada gol yang berhasil diciptakan kedua tim.

Pada paruh kedua, masuknya Yogi Rahadian dan Mohamed Sissoko mengubah ritme permainan. Sissoko yang diplot sebagai gelandang serang lebih tenang mengirim umpan ke depan. Pun demikian dengan Yogi Rahadian yang berkali-kali merepotkan barisan pertahanan Laskar Wong Kito.

Enam menit jelang bubar, Marclei Cesar berhasil mencetak gol ke 18-nya di Liga 1. Memanfaatkan umpan sepak pojok Hendra Adi Bayauw, pemain berpaspor Brasil itu membobol gawang lawan lewat tandukan. Dua menit berselang, giliran Yogi yang sukses mengecoh Sandi Firmansyah. Naga Mekes unggul dua gol tanpa balas.

Selepas pertandingan, Yudi Suryata mengapresiasi kinerja anak asuhnya. Meski sempat terpuruk empat laga beruntun, mental Bayu Pradana dkk dinilai pelatih berkepala plontos itu tidak menurun.

“Saya bersyukur karena akhirnya tim ini bisa bangkit dari keterpurukan. Semoga ini awal bagus untuk menutup sisa pertandingan dengan mencapai target sepuluh besar,” kata Yudi.

Pun demikian dengan Yogi Rahadian yang merasa senang lantaran dirinya bisa pecah telur. Sejauh ini, dia hanya menjadi pelayan bagi lini depan. Namun pada pertandingan tadi malam, eks pemain PON Kaltim itu menjadi bintang bagi timnya. “Senang sekali, kemenangan ini sangat mahal. Bukan karena saya cetak gol, tapi karena tim ini baru saja melewati masa sulit,” terangnya.

Dari kubu lawan, Hartono Ruslan menganggap anak asuhnya hanya kalah beruntung. Banyaknya peluang tercipta, namun gagal dikonversi menjadi gol. Konsentrasi Yu Hyun-Koo dkk diakui Hartono menurun drastis pada akhir-akhir babak kedua. Walhasil dua gol berhasil dicetak tuan rumah.

“Anak-anak kurang tenang di depan gawang. Sementara Mitra Kukar bermain lebih efektif,” ungkapnya.(don/rom/k18)