Liga 2: Harapan Cilegon United pada Sisa Laga 16 Besar

Kinerja wasit di ajang Liga 2 kembali mendapat sorotan. Kali ini kritikan tajam datang dari Cilegon United yang sedang bertarung di Grup A babak 16 Besar.

Teranyar, skuat The Volcano berang dengan keputusan wasit Ahmad Tuharea yang mengesakan gol pertama Persis Solo lewat sundulan Irkham Zahlul Mila, menit ke-48 dalam laga di Stadion Manahan, Kamis (28/9/2017).

Mantan pemain Persibas Banyumas itu dinilai sudah dalam posisi offside saat menyundul bola. Sontak sejumlah pemain dan juga ofisial memprotes asisten wasit dan membuat laga sempat berhenti beberapa menit.

”Kami hanya ingin ada perbaikan kualitas wasit. Kami dua laga away selalu mendapat kinerja wasit yang buruk. Memang wasit juga manusia bisa membuat kesalahan, namun melawan Persis sangat fatal,” ungkap pelatih Cilegon United, Imam Riyadi, Jumat (29/9/2017).

Imam menilai baik PSS Sleman maupun Persis Solo merupakan tim kuat yang berada di Grup A. Secara kualitas pemain, dua tim itu disebutnya bisa meraih kemenangan dengan permainan yang normal.

”Persis dan PSS masih di atas kami dan mereka bisa menang dengan normal. Apalagi setelah melawan Persis, asisten wasit meminta maaf ke saya dan mengaku salah. Seharusnya tidak seperti itu karena kejadian sudah terjadi,” ketus mantan gelandang Persib Bandung itu.

Secara umum, Imam mencatat beberapa evaluasi timnya terutama kontrol emosi para pemain yang masih terpancing. Meski juga emosi tersebut tak lepas dari kekecewaan atas performa sang pengadil di lapangan.

”Kinerja wasit harus diperbaiki. Sayang kalau kami dan juga tim-tim lain sudah bersusah payah persiapan, namun di lapangan justru dirugikan wasit,” tegas Imam.