Rahasia Misbakhus Solikin Moncer di Persebaya

Top skorer sementara Persebaya Surabaya Misbakhus Solikin menceritakan bagaimana performanya bisa mengagumkan hingga melesat sebagai pemain haus gol. Meski posisi aslinya adalah gelandang, namun Solikin diberi keleluasaan untuk menyerang.

Solikin sudah menjadi tumpuan gol Persebaya sejak awal kompetisi. Sebelum Irfan Jaya moncer sebagai winger, sebelum Rishadi Fauzi bergabung dari Madura United, sebelum Ricky Kayame masuk di putaran kedua, Solikin lah mesin gol utama Persebaya.

Ketika tongkat kepelatihan Persebaya berpindah ke tangan Angel Alfredo Vera, Solikin tetap mendapat instruksi untuk membantu menyerang ketika tim sedang dalam mode attack. Inilah yang membuat Solikin sangat sering mencetak gol.

Ia selalu stand by di lini kedua. Ketika penyerang dan winger Persebaya gagal mengeksekusi peluang menjadi gol, maka Solikin lah yang bertugas untuk mengonversi peluang tersebut menjadi keunggulan untuk Green Force. Di balik peran Solikin, ada sosok M. Hidayat yang menjadi partner ideal untuk pesepak bola asli Surabaya itu.

“Di era kepelatihan sekarang, saya dimainkan sebagai dua gelandang defense bersama Hidayat. Namun ketika kami menyerang, saya diberi kebebasan untuk bergerak. Jadi saya fokus menyerang, dan Hidayat yang membantu pertahanan,” ungkapnya.

M. Hidayat dan Solikin memang paket lengkap. Hidayat yang sangat disiplin sebagai gelandang jangkar, membuat Solikin bisa leluasa membantu serangan. Bahkan Abu Rizal Maulana dan Sidik Saimima yang notabene gelandang pengakut air, bisa berubah menjadi attacking midfielder.

“Saya, Dayat dan Rizal atau Saimima sudah saling mengerti posisi maing-masing. Jadi Rizal di depan, saya dan Dayat di belakangnya. Namun ketika menyerang, Dayat sendirian di belakang,” jabar sahabat penggawa Tim Nasional (Timnas) Evan Dimas Darmono itu.

loading...