PSSI Tak Mau Ikut Campur Masalah Cilegon United Dengan KPK

PSSI tidak mau ikut campur dengan permasalahan yang kini sedang menimpa Cilegon United dengan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Induk sepakbola nasional tersebut menyerahkan semua masalah ini kepada pihak yang berwenang.

KPK menetapkan CEO Cilegon United Yudhi Apriyanto dan bendahara Wahyu Ida Utama sebagai pihak terlibat kasus suap kepada wali kota Cilegon Tubagus Iman Aryadi Rp1,5 miliar. Mereka ditangkap lewat operasi tangkap tangan (OTT) usai mengambil uang Rp800 juta di salah satu bank.

Selanjutnya, tim KPK meluncur menuju kantor Cilegon United, dan mendapati uang sebesar Rp352 juta. Uang itu ditransfer dari PT KIEC, dan diduga merupakan sebagian dari total Rp700 juta. Yudhi yang merupakan pengusaha diduga menyogok Imam agar diperlancar mengurus analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) pembangunan mall Transmart di Kota Cilegon, Banten.

Dari OTT yang dilakukan KPK, akhirnya terungkap modus operandi baru dalam melakukan suap dengan menggunakan saluran CSR ke klub sepakbola. Diduga klub Liga 2 tersebut sebagai sarana menyamarkan dana agar tercatat dipembukuan CSR, atau sponsorship, pada perusahaan.

“Itu bukan urusan PSSI. Kami tidak menghalangi uang darimanapun masuk ke klub, karena itu urusan mereka,” kata wakil ketua umum PSSI Joko Driyono.

Pria yang karib disapa Jokdri, menegaskan bila pihaknya mendukung penuh pengusutan yang dilakukan KPK. Namun, ia tak mau mencampuri urusan tersebut karena di luar dari ranah pekerjaan PSSI.

“Bahwa kami support kepada hal-hal melanggar hukum. Tidak ada urusan buat kami ikut campur. Kami serahkan semuanya kepada yang berwenang,” ucapnya.

loading...