agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

Yeyen Tumena Kursus Lisensi A AFC, soal Tangani Klub Profesional: Nanti Dulu

by in Berita Lain // 0 Comments

Sejumlah mantan pesepakbola dan pelatih klub mengikuti kursus kepelatihan lisensi A. Salah satunya, Yeyen Tumena.

Yeyen, 41 tahun, merupakan mantan pemain tim nasional Indonesia sebagai pemain belakang. Sata masih menjadi pemain, dia pernah bergabung dengan beberapa klub profesional, seperti PSM Makassar, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Persma Manado.

Setelah gantung sepatu, Yeyen tak meninggalkan sepakbola dengan menjadi pelatih di tim usia dini hingga senior. Dia juga kerap mendapatkan job sebagai komentator tayangan sepakbola di televisi

Yeyen sedang menambah kemampuan kepelatihannya saat ini. Dia mengikuti kepelatihan lisensi A.

“Standarisasi kepelatihan saat ini yang tertinggi yaitu lisenssi A. Maka itu, sebagian besar adalah temen-temen yang ikut adalah yang merupakan mantan pemain dan pelatih tim. Seperti Herie Setiawan (Persib Bandung), Eko Purjianto (Bali United), Kurniawan Dwi Yulianto, Ponaryo Astaman, Heriansyah, Seto Nurdiantoro (PSS Sleman), Putu Gede, dan Nova Arianto (Lampung Sakti),” kata Yeyen usai acara jumpa pers turnamen futsal tahunan SC Cup 2017, di kawasan Cilandak, pada Sabtu (23/9/2017).

“Kita punya masalah dengan kuota pelatih berlisensi A , karena itu juga banyak klub yang lebih memilih pakai jatah pelatih asing. Itu yang merupakan kewajiban level kompetisi kita. Stok tidak banyak, lisensi A ini hanya 100 orang,” ujar dia kemudian.

Saat ini, dijelaskan Yeyen, proses pengambilan lisensi dibagi menjadi dua modul. Modul pertama sudah selesai dan berkaitan dengan teknis dan analisis pertandingan, dengan beberapa materi kepelatihan dasar 11 lawan 11, dan sudah membahas keseluruhan permainan tim. Untuk lisensi C diikuti empat sampai lima pemain, lisensi B itu delapan sampai sembilan pemain.

“Modul kedua dilaksanakan awal Oktober selama satu pekan, dan berkaitan dengan hal-hal-hal di luar sepakbola. Seperti fisik, psikologi, media. Karena sebagai pelatih kepala ada hal -hal yang perlu dipahami. Nah ini harus diketahui,” Yeyen menjelaskan.

“Modul kedua ini juga nantinya akan lebih banyak masuk ke kriteria atau beban tanggung jawab pelatih. Poin ini yang lebih penting untuk seorang pelatih,” ujar dia lagi.

“Biasanya kepelatihan selesai satu pekan di classroom, lalu bulan November kursus dua pekan lagi. Nah, satu bulan setelah itu akan keluar hasilnya pada Desember.”

Meski sedang mengambil kursus lisensi A, Yeyen tampaknya tak benar-benar berminat untuk menangani tim profesional.

“Semuanya sudah saya lewati, kelompok usia selama lima tahun, asisten pelatih u-12, u-15, u- 17, u- 19, u- 23, dan senior. Saya perlu lisensi ini karena saya technical director di Bhayangkara FC dan pandit di Beinsport, itu dibutuhkan pengetahun soal sepakbola supaya tidak sekadar bicara. Sementara untuk ke depan saya belum tahu seperti apa,” Yeyen mengatakan.

loading...
[X] close