Soal Sanksi ‘Save Rohingya’, Ridwan Kamil Minta PSSI Lebih Bijak

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, angkat suara soal sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terhadap suporter Persib Bandung (Bobotoh) terkait konfigurasi ‘Save Rohingya’.

Aksi itu berujung sanksi bagi Persib. Maung Bandung diganjar hukuman denda Rp 50 juta merujuk regulasi kompetisi Liga 1 Pasal 56 terkait hal-hal yang mengganggu pertandingan. Bobotoh pun merespons sanksi itu dengan menggelar donasi ‘Koin untuk PSSI’.

“Saya sudah bilang bahwa yang namanya kekompakan warga Bandung, kekompakan bobotoh jangan diragukan. Jadi Rp 50 juta masih terkejar. Itupun dengan koin yang lebih ribet. Tapi pesannya, PSSI juga jangan terlalu kaku,” ucap Ridwan, Kamis (21/9/207).

Ridwan menilai keputusan PSSI sangat tak bijak. Sebab, tak ada pesan politis apapun yang ditampilkan bobotoh. Konfigurasi itu tak lebih dari sebatas bentuk empati terhadap tragedi kemanusiaan.

“Bedakan antara pesan politik dengan pesan kemanusiaan, menurut saya itu. Kalau menafsirkan pesan kemanusiaan dengan pesan politik saya kira gak bijak lah,” ungkapnya.

Emil, sapaan akrabnya, berpendapat sikap reaktif itu justru akan membentuk imej buruk bagi PSSI lantaran dinilai tak pro terhadap aksi kemanusiaan.

“Ini kan jelas karena ada krisis kemanusiaan, banyak orang potensi meninggal dunia dan lain-lain sehingga mengakibatkan itu. Saya kira lain kali harus lebih bijak lebih sensitif sehingga citra PSSI tidak menjadi buruk karena seolah-olah tidak punya rasa kemanusiaan,” ungkapnya.

loading...

1 Comment

Comments are closed.