Digasak Arema FC, Pelatih Mitra Kukar Sedih

Pelatih Mitra Kukar Yudi Suryata merasa sedih setelah tim besutannya menelan kekalahan di tiga laga secara beruntun setelah digasak Arema FC 3-0 di Stadion Aji Imbut, Rabu (21/9) malam WIB.

Yudi mengatakan, ia masih belum mendapat kesempatan untuk membenahi Mitra Kukar, mengingat waktu yang dimilikinya sangat sedikit. Mantan arsitek Persis Solo ini pun mengakui kualitas Arema lebih baik dibandingkan Mitra Kukar.

“Saya sangat sedih. Kebersamaan saya bersama Mitra Kukar di tiga pertandingan mengalami kekalahan. Terus terang, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kehadiran saya juga tidak bisa memberikan warna perubahan, karena habis bertanding, istirahat, berangkat bertanding lagi, sehingga tetap mengacu kepada program lama,” beber Yudi.

“Saya mengakui kualitas permainan Arema, secara kolektivitas, baik dalam menyerang maupun bertahan sangat rapi. Sedangkan kami kurang tertata dengan rapi.”

“Saya melihat Marclei [Santos] mendapatkan marking yang sangat ketat. Saat bola-bola ke arah Marclei, support di bawah Marclei terlalu jauh, sehingga ketika memainkan satu-dua sentuhan, tidak ada yang terima. Akibatnya, Marclei di depan berusaha untuk mengontrol bola, mengolah, sehingga kurang bisa bermain.’

Yudi menambahkan, banyak kelemahan yang perlu diperbaiki di pertandingan sisa untuk mengangkat posisi Mitra Kukar ke tempat lebih baik. Ia berharap mempunyai waktu yang cukup untuk membenahi tim.

“Kalau kami ingin bersaing di Liga 1, harus ada perbaikan dari segi materi pemain. Ada beberapa sektor yang saya rasa perlu dikembangkan. Saya tidak menganggap pemain yang ada sekarang jelek, tapi ada beberapa pos yang perlu diperbaiki,” beber Yudi.

“Kami akan memberikan masukan kepada pemain untuk memperbaiki organisasi dan kolektivitas permainan, baik menyerang dan bertahan. Mungkin kalau ada waktu, kami akan benahi. Tapi kalau tidak ada, ya kami hanya bisa kasih instruksi saja.”

loading...