16 Besar Liga 2: PSPS Ditahan Imbang Persis Solo

PSPS Pekanbaru selalu kesulitan mengamankan tiga poin setiap melakoni laga kandang musim ini.

Laga kandang tim berjuluk Askar Bertuah itu pun seperti laga tandang.

Terbaru, PSPS ditahan imbang Persis Solo dalam laga perdana Babak 16 Besar Liga 2 yang digelar di Stadion Rumbai, Rabu (20/9).

Dari tujuh laga kandang musim ini, PSPS menang tiga kali, seri tiga kali dan kalah sekali. Padahal, lumrahnya tim Liga Indonesia bermain di kandang merupakan kesempatan untuk mengumpulkan poin.

Pasalnya, tim tuan rumah didukung penuh suporter setia. Tapi, PSPS yang diasuh Philep Hansen Maramis justru membuang kesempatan tersebut.

Pada laga kemarin, Askar Bertuah sebenarnya mampu mendominasi laga. Sejak kick-off tekanan langsung diberikan kepada tim tamu dengan formasi 4-3-3.

Pemain baru Tegar Hening Pangestu sempat mendapat peluang di awal babak pertama, namun sayang tendangannya masih di atas gawang Persis Solo yang dikawal Agung Prasetya.

Pada menit ke-12 giliran Ichsan Pratama yang berhasil menembus barisan pertahanan lawan melalui upaya solo run. Namun tendangannya masih melambung tinggi.

Tetapi satu menit berselang skuat asuhan Philep Hansen Maramis kembali melakukan tekanan. Alhasil, tendangan first time Ichsan Pratama yang memanfaatkan bola rebound berhasil menjebol gawang Persis Solo yang dikawal Agung Prasetya.

Meskipun formasi 4-3-3 ini jarang digunakan PSPS di laga sebelumnya, namun Dzumafo Epandi Herman dan kawan-kawan mampu memaksimalkannya. Bahkan beberapa peluang nyaris berbuah gol tambahan. Tetapi hingga turun minum, skor masih bertahan 1-0 untuk keunggulan PSPS atas tim asuhan Widyantoro tersebut.

Di babak kedua pelatih Persis Solo, Widyantoro langsung melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Dedi Chayono dan mengeluarkan Bakori Andreas.

Hasilnya beberapa serangan balik berhasil dilakukan Persis. Bahkan di menit ke-55, Persis nyaris membobol gawang Gianluca. Namun, sundulan Bayu Nugroho usai menerima umpab lambung Akbar, masih melewati mistar gawang.

Berselang beberapa menit, giliran Ichsan kembali melakukan tusukan namun berhasil digagalkan barisan pertahanan Persis. Begitu juga upaya Firman Septian yang menusuk dari sisi kiri.

Meski berhasil memberikan umpan lambung, namun gagal disundul oleh Dzumafo. Sebaliknya penyerang Persis, Rudi Yana melakukan tekanan dari sisi kanan, namun tendangannya berhasil diamankan Gianluca.

Tapi hanya satu menit berselang, Rudi Yana yang tidak terkawal berhasil membobol gawang Gianlucadi menit ke-64 dan menyamakan skor menjadi 1-1. Gol ini membuat PSPS meningkatkan serangan. Namun anak-anak Askar Bertuan masih gagal menambah gol.

Laga kemarin, diguyur hujan deras di menit ke-75 dan membuat lapangan tergenang air. Meskipun menguasai bola dan banyak melakukan tekanan, tapi bola justru sulit dikontrol. Sehingga gol yang diharapkan tidak kunjung diraih PSPS.

Di sisi lain, para pemain Persis melakukan protes keras terhadap salah satu asisten wasit yang dinilai sering merugikan timnya. Meskipun mereka mengerubungi wasit di tengah hujan lebat dipinggir lapangan, aksi tersebut berhasil dinetralisir sehingga pertandingan kembali dilanjutkan hingga laga usai dengan skor akhir 1-1.

Usai laga, Asisten Pelatih PSPS, Marwal Iskandar menilai performanya sudah cukup bagus. Namun ia mengakui banyak peluang yang gagal dimanfaatkan untuk menambah gol. Menurutnya PSPS gagal memaksimalkan dominasi laga ditambah hujan lebat yang membuat lapangan tergenang.

“Hari ini (kemarin, red) pemain PSPS bermain bagus, banyak peluang namun tidak berbuah gol. Saya hitung ada sekitar 4 empat peluang terbuka yang mestinya bisa dijadikan gol. Namun finishing yang dilakukan masih belum tepat sasaran. Tetapi dilaga berikutnya kita akan raih poin dikandang Persis Solo,” ujar Marwal.

Sementara itu Pelatih Persis, Widyantoro mengaku bersyukur atas hasil seri tersebut. Apalagi ia mengakui situasi timnya justru sangat sulit dalam laga kemarin. Di sisi lain ia menilai hakim garis tidak bekerja dengan baik sehingga banyak keputusan wasit yang merugikan timnya. “Menurut pandangan kami hakim garis sebelah timur kurang baik sehingga membuat emosi pemain,” jelasnya.(das/luk)

loading...