Menpora: Liga Santri Nusantara Jadi Wadah Bibit Pesepakbola Nasional

Menpora Imam Nahrawi terus mendorong agar para pemain yang berlaga di Liga Santri Nasional (LSN) bisa menjadi pesepakbola profesional. Imam yakin LSN menjadi wadah bibit unggul pesepakbola.

Imam mengatakan hal tersebut dalam kick-off Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region Jawa Timur I di Stadion Menak Sopal, Trenggalek, Minggu (17/9/2017). Dalam kesempatan tersebut, Imam didampingi oleh sang istri Shobibah Rohmah, Asdep Olahraga Pendidikan Ari Mulyadi, dan Bupati Trenggalek Emil E. Dardak.

Imam berharap para pemain LSN dapat secara objektif dilihat oleh tim pemantau bakat PSSI, para mantan pesepakbola nasional, hingga para pelatih sepakbola nasional.

“Para pemain LSN saat ini potensi yang menjadi solusi, pemerintah akan terus mendorong diputarnya kompetisi di usia dini seperti Piala Menpora usia 9-12-14-16-18 yang telah dipusatkan di Magelang, Jawa Tengah,” ujar Imam.

Pemerintah, lanjut Imam, akan memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak-anak di seluruh penjuru Indonesia untuk menjadikan sepakbola sebagai pilihan agar mereka kelak menjadi pemain profesional.

“Dari LSN yang diinisiasi oleh Cak Imin, kita tahu ada Rafli Nur Salim (Ponpes As’ariyah Tangerang) yang telah memperkuat timnas Indonesia. Ke depan kita akan dorong para atlet LSN ini masuk di Liga Mahasiswa dan liga-liga yang lainnya maka akan semakin mudah dalam pencarian atlet bibit unggul di masa yang akan datang,” kata Imam.

“Pemerintah bersama dengan para kyai telah memberikan wadah tempat melalui turnamen ini agar PSSI leluasa mencari terkait calon bibit unggul khususnya sepakbola. Jika dinilai baik silakan rekrut untuk kemudian dimasukkan di tim yang telah dibentuk PSSI dari SSB, dan liga-liga yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Emil Dardak menyatakan bahwa daerahnya sangat serius untuk menyukseskan Liga Santri Nusantara.

“Kami berharap dapat menunjukkan bahwa Trenggalek serius dan berkomitmen menyukseskan program Kemenpora yakni LSN. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk menjadikan Trenggalek sebagai kontributor bibit atlet berprestasi dan mendorong nilai-nilai sportif bermasyarakat dan berbangsa,” ucap Emil.

Ketua Panitia LSN 2017 Abdul Gofar Rozin menjelaskan bahwa kick off LSN Region 1 Trenggalek ini adalah terakhir di Jawa Timur sebelum LSN memasuki seri nasional pada 22 Oktober mendatang.

Total peserta LSN 2017 sebanyak 1.048 pesantren se-Indonesia. Jumlah ini meningkat dari tahun 2016 yang sejumlah 830 pesantren. Region Jatim I diikuti 32 pesantren di 13 kabupaten/kota, sementara di Trenggalek sendiri ada 56 pesantren dan 336 madrasah diniyah.

“LSN yang ke-3 membuktikan bahwa semakin mendapatkan tempat di masyarakat di masing-masing pemerintah daerahnya. Lulusan LSN telah banyak dibuktikan di beberapa pertandingan nasional dan internasional, bukan tidak mungkin pada LSN selanjutnya akan muncul atlet-atlet handal. Kami berharap dari Trenggalek akan muncul atlet seperti itu,” ucap Abdul Gofar Rozin.

loading...