Curahan Hati Ivan Kolev soal Kondisi PS TNI

PS TNI sudah enam pertandingan terakhir gagal meraih kemenangan. Kini posisi The Army pun persis di ambang zona degradasi.

Pelatih PS TNI, Ivan Kolev, mencurahkan isi hatinya terkait kondisi PS TNI yang membuatnya sulit untuk mencari solusi. Hal itu ia ungkapkan jelang laga pekan ke-24 melawan Madura United di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (18/9/2017).

Sejak awal Ivan Kolev datang menggantikan Laurent Hatton, PS TNI sudah menargetkan posisi lima besar di akhir musim. Bahkan target itu tidak berubah ketika asisten manajer PS TNI, Letkol CPM Zainul Arifin, memperkenalkan Anzite Franklin, Redouane Zerzouri, Pijai Samallo, dan Izmy Hatuwe, sebagai pemain baru pada bursa transfer tengah musim akhir Agustus 2017.

Target tersebut sebenarnya sudah menjadi perhitungan yang lebih realistis ketimbang menjadi juara Liga 1 seperti yang diungkapkan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, ketika pertama kali PS TNI menunjuk Laurent Hatton menjadi pelatih.

Namun, pada realitanya saat ini, PS TNI tidak mendekati papan atas klasemen seperti yang pernah mereka raih di putaran pertama. Kini mereka justru berada di papan bawah klasemen, tepatnya di posisi ke-15, atau persis di atas zona degradasi.

“Saya tidak tahu apakah kami punya waktu yang cukup agar saya bisa menyampaikan masalah yang tengah kami hadapi. Namun, saya akan mencoba untuk cepat menyelesaikannya,” ujar Kolev sebagai pembuka curahan hatinya.

“Problem utama kami adalah seleksi pemain. Kami tak punya bek kanan sama sekali. Kami paksa Agil (Munawar) atau Kasim (Slamat) untuk bisa bermain di sana. Striker kami pun bermasalah, seperti kalian lihat contohnya Elio (Martins) bermain bukan seperti striker yang mampu mencetak gol. Dalam 18 pertandingan ia hanya mampu mencetak empat gol. Kami perlu seorang striker yang lebih baik,” lanjutnya.

Dari pernyataan Ivan Kolev, jelas sekali PS TNI tidak merekrut pemain dengan cara yang tepat. Dari 24 pemain yang ada di skuat The Army, seperti dilansir dari situs resmi Liga 1, tak ada satu pun pemain dengan posisi utama sebagai bek kanan.

Lelucon Satire Ivan Kolev

Satu hal yang menarik dari kata-kata Ivan Kolev selanjutnya adalah PS TNI memiliki delapan pemain untuk posisi sayap. Artinya, ada empat pemain berebut satu posisi di lapangan. Bahkan begitu sedih, Ivan Kolev pun mengutarakan sebuah pernyataan yang satire.

“Kami punya delapan pemain sayap. Bayangkan untuk dua posisi saja kami punya delapan pemain. Sementara untuk posisi bek kiri hanya ada satu pemain, Abduh Lestaluhu. Bagaimana kalau dia cedera atau terkena akumulasi? Sudah tak ada bek kiri. Mungkin nanti sopir saya akan kita paksa bermain di sana,” ujar Kolev.

Pernyataan pelatih asal Bulgaria yang membawa-bawa sopirnya itu pun sedikit mengundang gelak tawa para jurnalis. Pernyataannya itu seperti sebuah lelucon karena sudah tak tahu lagi harus melakukan apa. Namun, Kolev menegaskan rasa sakitnya terhadap kondisi yang harus dialami PS TNI.

“Kalian bisa tertawa, tapi hati saya sakit. Bayangkan untuk posisi gelandang yang hanya ada tiga posisi, kami punya sembilan pemain. Saya tidak tahu siapa yang pertama kali melakukan seleksi ini,” ujarnya.

Ivan Kolev sebenarnya memiliki kesempatan untuk memperbaiki tim asuhannya pada sekitar Juli dan Agustus 2017, ketika bursa transfer di pertengahan musim dibuka. Namun, entah seperti apa koordinasi antara tim pelatih dan manajemen, tapi lagi-lagi Ivan Kolev menyebut upaya itu sebagai satu lagi bentuk kegagalan.

“Saat bursa transfer kami coba perbaiki, tapi harapan kami untuk lebih baik malah menjadi semakin buruk. Kenapa bisa begini? Karena kami mencari pemain untuk delapan posisi, tapi kami cuma mendapatkan pemain untuk dua posisi. Seleksi kami gagal saat bursa transfer. Tim ini masuk dalam masalah yang besar sekali.”

“Itu yang paling cepat yang bisa saya jelaskan saat ini. Saya tentu ingin memberikan pejelasan lebih panjang, tapi saya tidak punya waktu karena kami harus berlatih,” tutup Ivan Kolev soal curahan hatinya sebelum latihan resmi PS TNI untuk laga menghadapi Madura United.

Setelah laga kontra Madura United, PS TNI hanya memiliki 10 pertandingan tersisa untuk dimainkan di Liga 1 2017. Masih ada 33 poin, termasuk dalam laga kontra Madura United, yang bisa dikejar The Army hingga akhir musim.

Namun, dengan selisih 23 poin dari Bhayangkara FC yang berada di puncak klasemen, atau 13 poin dari Persipura yang berada di posisi kelima, tugas berat harus dijalani oleh Manahati Lestusen dkk.

loading...