Klarifikasi Presiden Borneo FC atas Tudingan Meneror Wasit Asing

Presiden Borneo FC, Nabil Husein, angkat bicara soal munculnya tudingan yang mengatakan dirinya melakukan teror dan intimidasi kepada perangkat pertandingan dalam laga kontra Bali United. Nabil Husein menganggap tudingan yang masuk dalam sub bagian surat Komdis PSSI terkait fakta dan pertimbangan hukum itu dituliskan tidak lengkap yang menimbulkan pembiasan makna.

Nabil Husein pun angkat bicara dan membantah tuduhan terkait kata-kata yang dilontarkannya kepada wasit seusai pertandingan. Menurut Presiden Borneo FC itu pernyataan tersebut tidak disebutkan secara lengkap sehingga membuat makna yang dimaksud berubah.

“Tidak benar, saya tidak bicara kepada wasit ‘saya bisa bayar kamu’, yang benar adalah saya bilang ‘siapa yang bayar kamu? saya juga bisa bayar kamu’. Kalau dibaca secara lengkap maknanya berbeda,” ujar Nabil Husein seperti tertulis dalam situs resmi Borneo FC.

“Ada komentar saya yang diubah dan tidak dijelaskan secara lengkap dalam surat itu, sehingga memunculkan opini yang tidak baik. Padahal apa yang saya sampaikan sebenarnya untuk menegakkan kualitas sepak bola Indonesia,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Nabil Husein juga mempertanyakan sanksi yang diberikan kepada Borneo FC tanpa melakukan pemanggilan dan dengar pendapat dalam sidang komdis PSSI.

“Saya hanya bertanya dan anehnya sanksi ini diberikan tanpa memberikan kesempatan kami untuk melakukan pembelaan dan klarifikasi. Komdis ini cara kerjanya sudah tidak benar,” tegasnya.

Dalam bagian fakta dan pertimbangan hukum tertulis kronologis yang menjadi acuan Komdis PSSI memberikan hukuman kepada Borneo FC untuk menggelar empat pertandingan kandang dengan jarak 100 kilometer di luar Samarinda. Salah satunya adalah bagaimana Nabil Husein memasuki lapangan dan melakukan protes berlebihan.

“Bahwa pada tanggal 11 September 2017 bertempat di Stadion Segiri, Samarinda, telah berlangsung pertandingan Liga 1 2017 antara Pusamania Borneo FC vs Bali United, di mana setelah pertandingan Presiden Klub Pusamaia Borneo FC, Sdr. Nabil terbukti masuk ke dalam lapangan pertandingan, mendatangi wasit melakukan protes berlebihan dengan mengucapkan kata-kata, ‘saya bisa bayar dan sogok kamu’ sambil menyentuh leher wasit,” bunyi pernyataan dalam bagian fakta dan pertimbangan hukum.

“Bahwa kemudian Sdr. Nabil juga membawa sejumlah uang, mengungkapkan rasa tidak puasnya dengan cara menerobos masuk ke ruang ganti wasit yang dijaga oleh keamanan, menunjukkan dan menghamburkan serta melemparkan sejumlah uang ke arah wasit sambil mengucapkan kata-kata, ‘jika kalian datang lagi ke Samarinda, kamu selesai’, serta mengancam wasit dengan isyarat tangan memotong leher.”

“Bahwa setelah sampai di hotel, seorang yang mengaku dari keamanan datang dan menggedor kamar LO wasit dan meminta data wasit asing dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin. Bahwa panitia pelaksana pertandingan Pusamania Borneo FC telah gagal memberi rasa aman dan nyaman terhadap perangkat pertandingan,” lanjutan pernyataan dalam salinan surat keputusan Komdis PSSI bernomor 088/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017 itu.

Borneo FC pun mengajukan proses banding atas putusan Komdis, yang sudah dikirimkan kepada Komisi Banding PSSI, Kamis (14/9) pagi. Menunggu putusan Komding tersebut, Borneo FC mengalihkan fokus persiapan untuk pertandingan melawan Bhayangkara FC yang akan digelar di Stadion Patriot Candrabhaga pada Rabu (20/9/2017).

loading...

1 Comment

  1. Jadi ingat kejadian sepakbola gajah antara PSS Sleman vs PSIS Semarang karena keduanya takut bertemu Pusamania Borneo FC. Mungkin seperti ini juga gayanya,mengintimidasi wasit dan menyogok dengan sejumlah uang agar Pusamania Borneo FC lolos ke ISL (waktu itu).

Comments are closed.