Advertisement





 agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

PSSI Bantah Sudah Siapkan Denda Untuk Persib Bandung

by in PSSI // 0 Comments

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria membantah kabar yang menyatakan induk organisasi sepakbola nasional itu sudah menyiapkan sanksi denda rp30 juta kepada Persib Bandung setelah bobotoh membuat koreografi ‘Save Rohingya’.

Kelompok suporter Viking Persib Club (VPC) melakukan koreografi tersebut ketika menjamu Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat pada akhir pekan kemarin. Koreografi ini dianggap bermuatan politik. Sebelumnya, Persija Jakarta dan Sriwijaya FC pernah mendapatkan sanksi serupa.

“Ini berita hoax, karena masalah ini belum dibahas komite disiplin [Komdis]. Jadi ini wilayahnya komite disiplin. Mereka nanti yang akan menilai, termasuk sanksi yang akan diputuskan,” ujar Ratu Tisha dilansir laman resmi PSSI.

“PSSI tidak mungkin langsung mengancam sanksi denda. Jadi, kita tunggu saja apa yang akan diputuskan komite disiplin.”

Kendati demikian, Ratu Tisha mengakui hal bermuatan politik maupun sponsor terselebung bisa menghadirkan sanksi denda. Ia mencontohkan Celtic FC yang dijatuhi denda €10 ribu, atau sekitar Rp145 juta setelah suporternya mengibarkan bendera Palestina ketika melawan klub Israel, Hapoel Beer-Sheva, di Liga Champions Eropa pada 18 Agustus 2016.

Sedangkan Nicklas Bendtner disanksi denda £80 ribu, atau sekitar Rp1,3 miliar, karena sengaja memperlihatkan merek celana dalamnya. Bendtner dianggap melakukan iklan terselubung.

Ratu Tisha pun mengajak publik sepakbola nasional untuk menjaga marwah cabang olahraga populer di Indonesia dengan mengedepankan pesan sportivitas. Menurutnya, sepakbola tidak boleh dicampuri dengan masalah lain di luar nilai olahraga.

“Saya juga mengimbau kepada suporter untuk tidak membawa atribut, atau pesan-pesan yang tidak ada kaitannya dengan sepakbola, atau olahraga saat menyaksikan pertandingan di stadion. Mari jaga bersama marwah sepakbola,” ujar Tisha.

“Semua sudah diatur dalam kode disiplin. Penyampaian pesan atau atribut di luar sepakbola juga akan ada sanksinya.”

“Untuk menjaga marwah sepakbola memang bukan pekerjaan yang ringan. PSSI yang sudah diberi mandat masyarakat pun tidak bisa jalan sendirian. Harus ada dukungan dan kesadaran semua pihak. Sepakbola Indonesia bukan hanya milik PSSI, melainkan milik masyarakat Indonesia.”

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*