Herkis Sudah Memaafkan Ivan Carlos

Mantan pelatih Persela Lamongan, Heri Kiswanto, mengaku sudah memaafkan Ivan Carlos. Dia mengaku keputusan mundur dari Persela bukan karena ucapan pemain asing tersebut di akun Instagram.

Herkis, demikian sapaan Heri Kiswanto, mengatakan bahwa tindakan Ivan Carlos tidak pantas dilakukan oleh seorang pemain profesional. Mantan pelatih PSS Sleman ini pun tak memungkiri bahwa perilaku striker asal Brasil tersebut memang kurang bagus.

“Bukan soal itu, sebab sebelum lawan Mitra Kukar saya juga sudah minta kepada manajemen (mundur dari jabatan), tetapi tidak disetujui. Unggahan Ivan Carlos itu kan belakangan ini saja,” tutur Herkis kepada Kompas.com, Selasa (12/9/2017).

“Ivan Carlos memang biasa begitu, sama manajemen juga begitu. Gaji telat saja ngomel nggak karu-karuan, minta ini, minta itu lah, attitude-nya nggak bagus. Saya juga ngapain meladeni yang begitu,” kata dia.

Meskipun demikian, Herkis menyatakan tidak menaruh dendam maupun sakit hati kepada Ivan Carlos. Bahkan, dia mengaku sudah memaafkan apa yang telah dilakukan oleh striker itu, yang ingin Herkis lengser agar Persela tidak degradasi.

“Kalau saya kasih maaf saja, ngapain meladeni orang kayak gitu. Saya juga merasa aneh, saat seperti ini dia baru ngomong. Saya juga habis kena sanksi, makanya saya juga harus hati-hati sama orang,” ucap Herkis.

Sebelum melatih Persela, Herkis memang sempat mendapatkan sanksi dari komisi disiplin PSSI, lantaran dituding terlibat dalam sepak bola “gajah” melawan PSIS Semarang pada Oktober 2014.

Saat itu, Herkis menukangi PSS. Dia dituduh memerintahkan para pemainnya melakukan gol bunuh diri laga perempat final Divisi Utama.

Atas tudingan skandal itu, Herkis sempat dihukum sanksi seumur hidup oleh PSSI era Djohar Arifin Husin. Namun hukuman itu kemudian dicabut oleh PSSI era kepemimpinan Edy Rahmayadi.

Kondisi ini sempat menyisakan trauma pada diri Herkis hingga saat ini. Dia merasa tidak pernah melakukan skandal tersebut.

loading...