Jelang 16 Besar, Persis Solo Deteksi Kelemahan

Kegagalan mendulang angka penuh setelah bermain imbang 1-1 melawan PSIR Rembang di Stadion Manahan kemarin pada laga pamungkas Grup 4 Liga 2 2017 tidak membuat pelatih Persis Solo Widyantoro merasa kecewa.

Widyantoro mengatakan, ia sengaja melakukan eksperimen di pertandingan ini dengan menerapkan skema permainan seperti laga tandang. Di babak pertama, ia menggunakan skema 3-4-3. Namun, mereka justru kebobolan lewat eksekusi penalti Koko Hartanto di menit ke-39.

Di babak kedua, Widyantoro mengubah skema menjadi 4-4-2. Ia memasukkan M Wahyu dan Rudiyana menggantikan Ikhwan dan Egy Ardi. Tak berapa lama, pemain bernaluri menyerang Dedi Cahyono Putro masuk menggantikan Agung Supriyanto.

Strategi itu dianggap berhasil, karena permainan didominasi Persis, walau baru bisa menyamakan kedudukan tiga menit menjelang laga berakhir melalui tendangan penalti Tri Handoko.

“Pertandingan ini kami jadikan untuk mencoba skema baru, karena ingin melihat sejauh mana kedalaman skuat. Kami bersyukur ditekan sepanjang babak pertama, karena saya memainkan skema away, walau bermain di kandang. Formasi babak pertama memang kami siapkan untuk babak 16 besar,” beber Widyantoro.

“Babak pertama kami menggunakan tiga pemain belakang. Ini pelajaran yang sangat bagus. Sejumlah pemain masih belum memahami dengan baik. Kekurangan kami sudah kami ketahui. Di babak kedua kami lebih rileks.”

Sementara itu, pelatih PSIR Hadi Surento mengakui Persis tampil lebih baik. Hadi pun menaruh harapan Persis bisa promosi ke Liga 1 pada musim depan agar Jawa Tengah mempunyai wakil di kompetisi kasta tertinggi di tanah air.

“Persis lebih bagus dari kualitas organisasi permainan. Pemain kami sudah maksimal. Persis lebih pantas tampil di putaran 16 besar, karena tim ini sudah bagus. Sekarang fokus untuk play-off agar tetap bertahan di Liga 2,” ujar Hadi. (gk-18)

loading...