Arema FC Hadapi Empat Laga Berat

Setelah kalah 0-2 dari Madura United (MU) Minggu lalu (10/9), Arema FC bakal menghadapi empat laga yang tak kalah beratnya.

Terdekat, Arema FC bakal menghadapi Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan Sabtu (16/9).

Setelah itu, Rabu (20/9) Arema FC harus menghadapi laga tandang di Kalimantan. Lawannya Mitra Kukar.

Dari Kalimantan, Arema FC sudah ditunggu lawan berat lainnya, Persija Jakarta. Laga Arema FC kontra Persija akan digelar di Stadion Kanjuruhan Minggu (24/9).

Nah, puncak dari jadwal padat Arema FC sepanjang September ini ada di Papua.

Pada 29 September, Arema FC harus menghadapi laga away yang melelahkan melawan Perseru Serui.

Meski tergolong tim papan bawah, Perseru sering kali menyulitkan lawannya ketika bertanding di Stadion Marora, Kabupaten Yapen.

Secara keseluruhan, ini menjadi tantangan besar bagi Arema FC untuk bisa melewati ujian empat laga hanya dalam kurun waktu dua pekan.

Manajemen Arema FC sendiri memilih untuk menerima jadwal padat ini dengan lapang dada.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo tak punya rencana mengajukan perubahan jadwal. Karena itu, perlu ada strategi khusus agar pemain Arema FC tak sampai sekarat ketika menghadapi empat laga itu.

Jangan sampai pula, kiprah Arema FC di Liga 1 makin sekarat selama menghadapi jadwal padat itu.

”Secara teknis mungkin pelatih yang lebih tahu, tapi dari manajemen akan memfasilitasi, bagaimana agar pemain tidak terlalu kelelahan,” kata dia.

Di antaranya, manajemen akan mencari cara agar waktu perjalanan untuk laga away lebih singkat.

”Lalu, untuk penentuan hotel, kami pilih yang ada jacuzzi-nya untuk mempercepat proses pemulihan (kelelahan setelah bertanding),” ujar dia.

Sementara itu, pelatih Arema FC Joko ”Gethuk” Susilo percaya timnya bisa menghadapi empat laga tersebut. ”Saya tahu teorinya, kondisi (fisik) pemain akan kembali bugar setelah 3×24 jam,” katanya.

Tapi tentu saja, butuh kedisiplinan dari pemain untuk mengikuti setiap program yang diberikan tim pelatih.

”Waktu tersebut (3×24 jam) cukup (untuk mengembalikan kebugaran) pemain. Asal recovery dan nutrisi dipenuhi dengan baik,” tandas Gethuk.

Selain itu, Gethuk juga berharap agar selama menjalani agenda superpadat, tidak ada pemainnya yang mengalami cedera.

Kalau sampai ada yang cedera, apalagi jumlahnya signifikan, opsi melakukan rotasi pun terbatas. (adk/c2/muf)

loading...