Fans Indonesia & Malaysia Diimbau Abaikan Provokasi

Tensi panas menjelang hingga laga semi-final SEA Games 2017 di Stadion Shah Alam, Sabtu (26/8) malam WIB, membuat koordinator timnas Indonesia Deputi Sekjen PSSI Fanny Riawan, serta Menpora Malaysia Khairy Jamaluddin mengimbau suporter tidak mudah terpancing provokasi.

Fanny mengumpulkan perwakilan suporter Indonesia yang ada di Malaysia di Hotel Royale Chulan. Kerugian akan didapat fans yang berada di Malaysia bila mudah terpancing provokasi, terutama pascainsiden bendera terbalik di buku panduan SEA Games 2017.

“Saat ini sebenarnya situasi di Malaysia santai saja, namun di sosial media panas sekali. Saya khawatir provokasi yang ada di media sosial itu berimbas pada pertemuan besok [hari ini]. Padahal yang melakukan provokasi tidak hadir di lapangan,” ujar Fanny.

“Kalau chaos yang menjadi korban tentu saja kawan-kawan yang ada di Malaysia. Jangan sampai karena sepakbola, Indonesia dan Malaysia bermusuhan, karena sudah menyalahi sepakbola adalah pertemanan atau persatuan.”

Selain melakukan pertemuan dengan suporter, Fanny juga mengundang sebagian suporter itu untuk memberikan motivasi kepada pemain pada saat meeting.

“Saya ingin pemain bekerja maksimal, tidak terpengaruh dengan provokasi lawan. Jika pemain tidak bisa mengendalikan emosi, suporter di tribun biasanya juga akan terpengaruh,” ucap Lucky Ardianto, salah satu suporter Indonesia di Malaysia.

Sementara itu, Khairy juga mengingatkan fans Malaysia agar fokus memberikan dukungan kepada tim nasional mereka dengan sikap positif. Pihak kepolisian juga akan melakukan pengawasan ketat kepada suporter kedua tim.

“Ini akan menjadi pertandingan yang panas. Tapi saya berharap menjaga dan memperhatikan sikap mereka. Saya juga tidak ingin melihat insiden tak diinginkan atau mendengar chant tak sopan,” kata Khairy dilansir laman New Straits Times.

“Berikan dukungan kepada tim dengan sikap positif, tanpa mengucapkan apapun yang bisa menyinggung pihak lain. Saya yakin dukungan positif penonton akan memberikan pengaruh terhadap pemain.” (gk-48)