Advertisement





 agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

Borneo FC Minta Pajak Tiket Diturunkan

by in Berita Lain // 0 Comments

Menurunnya jumlah penonton yang menyaksikan laga kandang Borneo FC di Stadion Segiri membuat manajemen pusing. Borneo FC pun berharap pemerintah kota (Pemkot) Samarinda menurunkan pajak penghasilan tiket.

Hal itu disampaikan chief marketing officer Borneo FC Novi Umar saat bertemu wali kota Syaharie Ja’ang tadi sore. Novi mengatakan, pajak penghasilan tiket Samarinda tergolong tinggi, yaitu 15 persen.

Jumlah berkaca dari penerapan di daerah lainnya, seperti Jakarta, yang hanya lima persen. Novi juga menyebut klub seperti Barito Putera sangat didukung Pemkot dan Pemprov-nya, sehingga manajemennya tidak mengalami kesulitan operasional.

“Itu berpengaruh terhadap kondisi klub yang tidak sehat. Jujur saja, presiden Nabil Husein selalu mengeluarkan uang pribadi untuk menombok kekurangan Rp1-2 miliar per bulan. Jadi kami memohon Pemkot Samarinda bisa membantu melalui pengurangan pajak tiket,” tutur Novi dilansir laman resmi klub.

“Jakarta kemarin beberapa kali menyelenggarakan pertandingan besar, tapi panpel mereka untung, karena pajaknya lima persen. Sedangkan jumlah penonton kami semakin menurun, tapi pajaknya tetap 15 persen, dan ini sangat memberatkan.”

Sementara kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda Hermanus Barus menyarankan agar manajemen memperhatikan akuntabilitas pendapatan tim. Menurutnya, Pemkot akan mudah membantu pengurangan pajak bila manajemen terbuka mengenai pemasukan dan jumlah penonton yang dilaporkan.

“Kami berharap akuntabilitasnya dijaga, dan bisa diaudit. Yang penting kita terbuka saja. Kami siap membantu, kami support betul Borneo FC sebagai tim kebanggaan kami. Kami ingin Borneo FC juga tahu, berapa sih potensi yang bisa dikelola dengan baik,” jelas Barus.

Sedangkan Syaharie Ja’ang mengungkapkan, Pemkot bakal mengevaluasi Perda yang mematok 15 persen terhadap pajak hiburan olahraga. Namun Syaharie meminta manajemen Borneo FC segera mengirimkan laporan permohonan bantuan pengurangan pajak.

loading...