Tanggapan Aremania dan Arema soal Penganiayaan Suporter Persib

Pertandingan antara Arema FC melawan Persib Bandung pada akhir pekan lalu (12/8/2017) menyisakan cerita kelam. Ada insiden pengeroyokan terhadap suporter Persib Bandung dalam laga tersebut.

Tiga supporter Persib yang dilarikan ke rumah sakit akibat kejadian itu. Terkait insiden ini, Aremania mengeluarkan komentar beragam. Karena para korban tersebut juga diselamatkan oleh suporter asal Malang.

Dari informasi yang dihimpun Bola.com, sehari sebelum pertandingan memang sudah ada suporter Persib yang menunjukkan lokasi mereka ada di Stadion Kanjuruhan lewat postingan foto di Instagram.

Hal itu memancing reaksi dari Aremania karena selama ini sudah ada kesepakatan tidak tertulis bahwa suporter kedua tim tidak saling datang ke Malang atau Bandung. Lantaran hubungan Aremania dengan Bobotoh atau Viking tidak harmonis.

”Panpel tidak bisa mengidentifikasi suporter Persib karena mereka masuk bertiket dan tidak mengenakan atribut Persib. Tapi panpel cepat melakukan tindakan pengamanan di dalam stadion,” kata ketua panpel Arema Abdul Haris.

Setelah mendapatkan laporan dari Aremania, ternyata suporter Persib sempat mengunggah foto di akun instagram sehingga beberapa Aremania yang mengetahuinya langsung melakukan penyelidikan.

”Tidak mungkin Aremania tahu kalau itu adalah pendukung Persib jika tidak ada informasi. Ternyata Aremania mengetahuinya lewat media sosial. Jadi ketahuan lokasinya di mana,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu Aremania Korwil Klayatan Achmad Ghazali mengatakan jika Aremania tidak akan bertindak tak diprovokasi. Mengunggah foto keberadaan mereka di Stadion Kanjuruhan bisa dianggap salah satu penyebabnya. Ia pun menyesalkan hal itu terjadi.

“Akhir-akhir ini, islah suporter memang marak. Tapi itu hanya di lingkup pentolan suporter. Yang grassroot kan masih susah untuk bersatu sehingga masih rawan gesekan,” tandasnya.

loading...