Persebaya Harus Tampil dengan Skuat Terbaik Lawan PSIM

Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka usai ditahan imbang 2-2 oleh Persepam Madura Utama dalam laga pekan ke-11 grup 5 Liga 2 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, kemarin sore.

Dua gol Persebaya dicetak oleh striker Yogi Novrian pada menit ke-5 dan winger lincah Irfan Jaya di menit ke-30. Dua kali tertinggal, dua kali pula Persepam berhasil menyamakan kedudukan.

Gol balasan pertama diciptakan oleh Fajar Legian melalui titik putih pada menit ke-12. Penalti itu terjadi lantaran kiper Dimas Galih dianggap melanggar Faris Aditama kala menggiring bola. Sedangkan gol kedua lahir oleh kaki Faris Aditama (77’).

Hasil ini memang membuat Persebaya tetap di puncak klasemen grup 5 Liga 2 dengan koleksi 22 poin.

Akan tetapi, Martapura FC yang menghuni runner-up dengan 19 poin, berpotensi menyamai koleksi poin itu. Sebab, mereka baru memainkan laga pekan ke-11 melawat ke markas PSBI pada Minggu (13/8) lusa.

Pelatih Persebaya Alfredo Vera sudah mulai merancang rencana menjamu PSIM Jogjakarta yang digelar pada 16 Agustus nanti.

Menurutnya, kegagalan dalam memenangi laga tandang kemarin membuat skema tiket lolos Persebaya berubah.

“Mengenai pertandingan kami barus lakukan evaluasi dulu. Tapi, perhitungan lawan PSIM harus menang. Sekarang Persatu membuat kami belum bisa mengunci tiket 16 besar,” ujarnya setelah pertandingan.

Menurut perhitungan, jika menang melawan PSIM Jogjakarta pada Rabu (16/8) nanti sekalipun masih belum menjadi garansi tiket 16 besar.

PSIM yang telah mengantongi 17 poin dalam 11 pertandingan menghuni peringkat tiga memang akan ketinggalan jika kalah dari Persebaya nanti. Akan tetapi, Persatu Tuban yang satu peringkat di bawah PSIM masih bisa menjadi ganjalan.

Klub berjuluk Laskar Ronggolawe itu baru akan memainkan laga pekan ke-11 besok menjamu Persinga Ngawi. Dengan koleksi 14 poin, Persatu berpotensi memiliki 20 poin jika memenangi dua laga berikut.

Jika itu semua terjadi, partai penentuan Persebaya tiket babak 16 besar baru dipastikan pada pekan ke-13 melawat ke Tuban.

“Makanya, kami harus tampil dengan skuat terbaik lawan PSIM nanti. Mungkin ganjalan kami karena beberapa pemain cedera (Rendi Irwan dan Fandry Imbiri, Red). Semoga nanti mereka (yang cedera) bisa turun,” imbuh pelatih asal Argentina itu.

Pemain anyar Ricky Kayame tampil kurang greget dalam laga debutnya. Diturunkan selama 31 menit masuk menggantikan Yogi Novrian, penyerang yang didatangkan dari Persipura itu kerap kehilangan bola.

Empat kali dia mendapat bola, tiga diantaranya sukses direbut lawan. Sedangkan satu lainnya sebenarnya merupakan peluang emas.

Itu terjadi kala Rishadi melakukan shooting keras yang sukses diblok kiper Ananda Bachtiar. Nah, bola pantulan itu mengarah ke Ricky yang kemudian langsung disambar. Sayangnya tembakan Ricky berhasil ditangkap oleh Ananda.

Sementara itu, hasil imbang ini membuat Persepam masih belum terkalahkan di kandang. Sayangnya, peluang lolos ke babak 16 besar mereka menipis.

Salah satu cara untuk bisa ke Liga 1 adalah dengan menghuni peringkat tiga dan empatnya. Nampaknya tiket itulah yang masih memilki kans besar untuk mereka raih.

Namun, pelatih Suwandi Hadi Siswoyo merasa puas dengan hasil yang diraih timnya. Dengan permainan yang telah terjadi, baginya hasil ini cukup adil.

“Laga ini berlangsung seru. Kedua tim jual beli serangan. Pertandingan ini sangat ketat sekali,” ujarnya.

Laga ini pun sempat diwarnai oleh kekisruhan. Itu terjadi setelah sepakan Faris Aditama yang mendekati garis gawang dihalau oleh bek M. Syaifuddin pada waktu tambahan.

Manajer Persepam Nadi Mulyadi menganggap itu gol dan sempat melayangkan protes kepada asisten wasit 1 Azizul Alimudin.

Sontak, beberapa ofisial Persepam yang lain ikut mengejar Azizul. Beruntung, petugas keamanan bergerak cepat dengan mengamankan wasit asal Bantuk itu. (dit)

loading...