Advertisement





 agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

I Putu Gede Dwi Santoso: Pemain Arema Kurang Kompak!

by in Liga 1 // 0 Comments

Performa Arema FC masih belum stabil meski mereka sudah melakukan pergantian pelatih dari Aji Santoso ke Joko Susilo. Kini tim berjulukan Singo Edan ini masih berkutat di urutan ke delapan klasemen sementara. Padahal target dari manajemen, harusnya Arema bisa bersaing di papan atas.

Kondisi Arema saat ini tidak hanya membuat Aremania gemas. Tetapi, juga para mantan pemain. Salah satunya adalah eks kapten Arema musim 2004-2006, I Putu Gede Dwi Santoso. Pria yang kini melatih Persibo Bojonegoro ini melihat tidak ada faktor teknis yang dihadapi tim berjuluk Singo Edan tersebut.

Artinya, bukan faktor pelatih melainkan hal nonteknis. “Saya amati kekompakan di tim Arema tidak seperti dulu. Sekarang menurun. Indikasinya sulit bermain lepas. Selalu dalam tekanan saat bermain. Kalau tim kompak, main bisa lebih enjoy,” tutur Putu Gede.

Pria 43 tahun ini menyebutkan jika pemain Arema harus melawan ego masing-masing untuk bangkit karena hal itu sudah dialami Putu Gede pada eranya.

Selain itu, manajemen juga harus adil memperlakukan pemain. Jangan sampai ada pemain yang diistimewakan sehingga tidak muncul kecemburuan antarpemain.

“Dulu kami bisa cepat bangkit waktu menderita kekalahan. Tapi, sekarang kenapa sulit? Kuncinya ada pada pemain sendiri. Secara kualitas, tim sekarang bagus. Buktinya bisa juara Piala Presiden 2017,” lanjut pria yang pernah jadi pelatih PSBK Blitar itu.

Putu Gede juga mengingatkan kepada pemain bila membela Arema berbeda dengan tim lain. Di Arema, pemain wajib untuk maksimal di lapangan. Urusan finansial, itu nomor kedua.

Meski, dia menyadari jika pola pikir pemain saat ini sudah berbeda. Maklum beberapa waktu lalu ada kabar menyebutkan salah satu penyebab menurunnya permainan Arema karena keterlambatan gaji.

“Di Arema, jangan berpikir finansial lebih dulu. Yang penting total di lapangan. Materi akan mengikuti sendiri. Tapi, manajemen juga tidak boleh memanfaatkan situasi seperti itu. Mereka harus bisa memberikan apresiasi saat tim sedang bangkit,” tandasnya.

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*