Advertisement





 agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

Ditahan Imbang PS Badung, Ini Tanggapan Pelatih Persekap

by in Liga 2 // 0 Comments

Ambisi Persekap Kota Pasuruan untuk menggeser PS Badung di tabel klasemen sementara grup 7 Liga 2 Indonesia, gagal. Itu setelah Ali Khumaidi dkk hanya mampu meraih satu poin seiring hasil 1-1. Dalam laga yang digelar di Stadion Untung Suropati, Sabtu (5/8), tuan rumah banyak membuang peluang.

Laga yang mempertemukan dua tim tersebut sejatinya berlangsung seru. Sejak menit awal pertandingan, kedua tim melakukan jual beli serangan. Bahkan, tim tamu lebih banyak menyulitkan tuan rumah. Dengan mudahnya tim tamu membombardir tim berjuluk The Lasser itu.

Disela-sela pertandingan, sempat terjadi ketegangan saat wasit Muhammad Irham menghadiahi Ali Khumaidi kartu kuning. Emosi arek-arek Persekap kian terpancing, membuat laga sempat dihentikan beberapa saat. Tak hanya Ali, striker Persekap, Rizal Dwi Fitriawan juga mendapat kartu kuning.

Memasuki menit ke 40, ribuan penonton yang memadati stadion dibuat terhenyak dengan tendangan bebas yang dilepaskan I Gede Warih Sentanu. Pemain bernomor punggung 10 itu berhasil memperdaya penjaga gawang tuan rumah, Rizal Dwi Fitriawan. Hingga ujung waktu babak pertama usai, skor 0-1 bertahan untuk PS Badung.

Panasnya tensi pertandingan ternyata juga terbawa ke ruang ganti. Kapten Ali Khumaidi emosi lantaran kawan-kawannya tak mampu memaksimalkan peluang di babak pertama. Sampai-sampai, sang kapten memecahkan kaca jendela ruang pemain.

Pada babak kedua, pelatih Asyari Cahyani mencoba mengganti pola serangan. Tim tamu yang semula menerapkan marking ketat, mulai terlihat mengendorkan penjagaan. Hal itu lantas dimanfaatkan oleh tukang gedor Persekap, Fahrizal Ateng Aminuddin. Beberapa kali, pemain bertubuh mungil itu mampu melewati dua tiga pemain PS Badung.

Serangan sporadis tuan rumah akhirnya menjadi gol di menit ke 59. Adalah kapten kesebelasan Persekap, Ali Khumaidi yang mampu menceploskan gol penyeimbang. Umpan silang yang ia terima dari Bagus Tjahyono, mampu diselesaikan dengan gol cantik. Penjaga gawang PS Badung, Putu Febri Andika, dibuat melongo. Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan usai.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo usai pertandingan, Asyari Cahyani mengakui jika timnya kurang beruntung. Karena itu, ia sudah menyiapkan evaluasi atas kelemahan yang ditunjukkan anak asuhnya. Salah satunya mental bertanding.

“Kita sudah berusaha bermain maksimal. Tapi memang keberuntungan kurang memihak. Begitupun anak-anak, saya lihat kurang mampu mengontrol emosi. Sehingga sangat mudah terpancing provokasi lawan,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai Ali Khumaidi, Asyari menuturkan bahwa itu pula salah satu bukti kurang terkontrolnya emosi anak asuhnya. Menurutnya, memang hal semacam itu tak sepatutnya terjadi. “Semua sudah selesai. Sportivitas tetap dijunjung tinggi. Ali memang sempat emosi saat diruang ganti, tapi sudah kita redam,” tambahnya.

Dengan hasil imbang itu, Persekap baru membukukan 8 poin dari 8 kali bertanding. Yakni 2 menang, 2 kali imbang, dan 4 kali menelan kekalahan.

Sementara itu, hal berbeda diungkapkan Nyoman Sujata, pelatih kepala PS Badung. Ia mengaku bersyukur dengan hasil akhir laga. Sebab, target yang diusung saat bermain tandang, sudah terpenuhi.

“Tentunya kami lebih banyak bersyukur bisa mencuri poin di kandang lawan. Ini menjadi motivasi anak-anak dalam laga selanjutnya,” tuturnya. Nyoman mengatakan, pola permainan yang diusungnya mengikuti tuan rumah. “Pertandingan sore itu memang cukup keras. Kami hanya mengikuti pola yang diterapkan lawan,” katanya. (tom)

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*