Mengenal Shaun Evans, Wasit Australia Yang Akan Bertugas Di Liga 1

PSSI telah memastikan bakal menggunakan jasa wasit asing pada putaran kedua Liga 1 2017. Untuk gelombang pertama, PSSI mendatangkan enam wasit asing yang saat ini sudah tiba di Indonesia.

Tiga wasit berasal dari Australia yakni Shaun Evans selaku wasit utama, serta dua asisten wasit Wilson Brown dan George Lakrindis. Sedangkan tiga wasit lainnya berasal dri Kyrgyzstan, yaitu Rysbek Sherkerbekov, serta dua asisten wasit Artem Skopintsev dan Eldiiar Salybaev.

Kali ini, Goal Indonesia mencoba mengulik kiprah dari wasit utama asal Australia Shaun Evans. Dalam rekam jejaknya, Evans diketahui mulai ditugaskan sebagai wasit di kompetisi A-League (kompetisi kasta tertinggi Australia) pada 2008 lalu.

Namun ketika itu, dia mengawalinya sebagai asisten wasit. Pria kelahiran 21 Oktober 1987 itu baru mendapatkan kepercayaan sebagai wasit utama pada musim 2012/13.

Dalam perjalanannya, Evans juga pernah dipercaya untuk memimpin pertandingan di kompetisi negara lain. Dia tercatat pernah menjadi wasit untuk empat pertandingan di Liga Super Tiongkok pada 2014 lalu, leg pertama final Tiongkok FA Cup 2014, serta pertandingan persahabatan antara Arab Saudi versus Qatar pada 2015 lalu. Tercatat, dia sudah memimpin 54 pertandingan di A-League.

Evans sempat menderita cedera bahu pada musim 2015/16, yang membuatnya hanya bisa memimpin tujuh pertandingan sepanjang musim itu. Kini, Evans menjadi salah satu dari tiga wasit penuh waktu yang dipilih oleh Federasi Sepakbola Australia (FFA), untuk A-League musim 2016/17 dan 2017/18. Sebelumnya, Evans diketahui juga memiliki pekerjaan lain sebagai tukang batu.

Evans menggantikan Ben Williams yang pensiun lantaran ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya. Selain Evans, dua wasit penuh waktu lainnya adalah Jarred Gillet dan Chris Beath.

“Kami senang menunjuk Shaun Evans sebagai anggota ketiga dari panel wasit profesional penuh waktu untuk dua tahun ke depan,” kata David Gallop, CEO FFA seperti dikutip laman resmi A-League.

“Peluncuran program wasit penuh waktu merupakan langkah maju yang signifikan tahun lalu dan bersama dengan Chris Beath dan Jarred Gillett, Shaun akan menjadi bagian penting dari evolusi program wasit profesional,” tambahnya.

Evans pun menyambut gembira penunjukkannya sebagai wasit penuh waktu. Itu membuatnya lebih fokus dalam berkarier sebagai wasit profesional.

“Saya menyukai menjadi wasit dan saya senang bisa memberi semua perhatian dan energi untuk memperbaiki diri dan memiliki satu fokus untuk menjadi wasit yang lebih baik,” ucap Evans.

“Program wasit profesional penuh waktu telah menjadi perkembangan besar bagi wasit, karena tidak hanya memberikan lingkungan penuh waktu bagi para wasit, namun juga memberi wasit muda sesuatu untuk dicita-citakan dan mempertimbangkan perwasitan sebagai sebuah profesi,” tambahnya.

Pujian pun diberikan oleh direktur wasit FFA Ben Wilson terhadap Evans. Wilson menuturkan, Evans sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam beberapa tahun terakhir, dan memiliki semua hal yang membuatnya bisa menjadi sukses sebagai wasit profesional.

“Saya berharap bisa bekerja sama dengan Shaun dan tidak diragukan lagi dia akan melakukan perbaikan lebih lanjut saat bertugas secara penuh waktu,” ujar Wilson.

Evans sendiri sempat mendapatkan beberapa penghargaan selama berkarier sebagai wasit. Di antaranya, FFV development referee of the year (2007), FFV NPL Grand Final (2010), FFV referee of the year (2010), dan Westfield FFA Cup Final additional assistant referee (2014).

loading...