agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

Persis Resmi Ajukan Banding atas Sanksi Komdis PSSI

by in Liga 2 // 0 Comments

 Persis Solo resmi mengajukan banding terkait sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis PSSI). Tim Laskar Sambernyawa dihukum kalah 0-3, nilai dikurangi tiga poin, dan denda sebesar Rp 100 juta karena telah melanggar pasal 56 Kode Disiplin PSSI setelah dinyatakan menolak melanjutkan pertandingan saat dijamu PSIR Rembang di Stadion Krida Rembang, 16 Juli 2017.

Sementara untuk Pasoepati, berdasarkan surat Komdis PSSI bernomor 073/L2/SK/KD-PSSI/VII/2017 tertulis bahwa merujuk kepada pasal 67 ayat (2) jo pasal 11 (e) Kode Disiplin PSSI, penonton atau suporter Persis dihukum larangan memasuki stadion pada pertandingan Persis melawan Sragen FC pada 30 Juli 2017 dan melawan Persiba Bantul, 3 Agustus 2017, karena melanggar pasal 67 ayat (2) Kode Disiplin PSSI.

“Banding secara resmi sudah kami ajukan ke PSSI dan tinggal dibahas dalam Komisi Banding. Sebelumnya, kami sudah mengirim delegasi dalam rapat ke PSSI,” kata Wakil CEO PT Persis Solo Saestu selaku pengelola klub, Dedy M. Lawe, bersama CEO, Bimo Putranto, dalam jumpa pers di Solo, Rabu (2/8/2017).

Dedy menilai sanksi berat tersebut merupakan kali pertama yang diterima sepanjang sejarah berdirinya klub. Menurutnya, Komdis PSSI memberikan hukuman tanpa melihat realita di lapangan yang sebenarnya. “Laga ketika itu benar-benar tidak bisa dilanjutkan,” jelas Dedy.

Manajemen Persis Solo lantas membeberkan penjelasan terkait apa yang sebenarnya terjadi di Rembang, yang jauh berbeda dengan alasan dari PSSI untuk menjatuhkan sanksi.

Dedy M. Lawe mengungkapkan tidak ada satu pun pihak dari Persis yang memberikan pernyataan timnya takut untuk melanjutkan pertandingan dalam situasi kekacauan di Rembang saat itu.

“PSSI juga menyalahi aturan main soal pengurangan poin dan denda. Kami akan banding ke PSSI dan berharap banding kami dikabulkan. Ini bagian dari perbaikan PSSI. Putusan dari Komdis itu seharusnya dalam bentuk dokumen, bukan by email. Bentuk hard copy juga belum kami terima,” tegas Dedy.

Menanggapi persoalan sanksi PSSI tersebut, Persis akan berjuang keras menegakkan keadilan demi sepak bola Indonesia yang lebih baik.

Persis Solo juga tidak akan berkonsultasi dengan tim-tim lain yang juga mendapat sanksi tidak masuk akal. “Ini murni demi menegakkan aturan, bukan upaya politisasi sebagai bentuk perlawanan terhadap PSSI,” tegas Dedy.

loading...
[X] close