Ketua The Jakmania Ingin Perdamaian dengan Viking Mengalir

Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indra Syarif, menegaskan tidak ada rencana apapun yang dipikirkan untuk melanjutkan upaya damai dengan bobotoh Persib. Ferry Indra Syarif ingin upaya perdamaian melalui komunikasi yang dibangun dengan pemimpin Viking Persib Club mengalir saja.

Upaya perdamaian yang dilakukan komunitas suporter Persija Jakarta, The Jakmania, dan suporter Persib Bandung, Viking Persib Club, seiring waktu mulai berjalan.

Upaya yang diawali pertemuan Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indra Syarif, dan pentolan Viking, Heru Joko, disambut baik The Jakmania dan Viking, yang menggelar aksi damai 1.000 lilin di Bekasi pada Jumat (28/7/2017).

Aksi tersebut digelar setelah jatuh korban jiwa pasca laga Persib versus Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Bandung. Ricko Andrean, bobotoh Persib, menjadi korban salah sasaran pemukulan oknum-oknum pendukung Persib yang mengira dirinya sebagai The Jakmania.

Virus positif perdamaian pun semakin besar. Ferry Indra Syarif telah bertemu dengan pentolan Viking lain, Yana Umar, dan membuat langkah perdamaian di antara dua kelompok suporter semakin positif.

Namun, ketika ditanya apa yang akan menjadi langkah selanjutnya untuk membuat proses perdamaian semakin baik, Ferry Indra Syarif menegaskan dirinya akan membiarkan semua proses berjalan apa adanya. Hal tersebut tidak terlepas dari masih adanya pro dan kontra di masing-masing kelompok suporter atas langkah perdamaian itu.

“Saya tahu bagaimana karakter The Jakmania, Kang Heru Joko dan Kang Yana juga mengetahui benar karakter Viking. Saya hanya berharap kami bertiga yang duduk tenang dan bicara, siapa tahu ada ide dadakan. Kami tidak pernah punya rencana akan seperti apa, karena kami ingin semua mengalir begitu saja,” ungkap Ferry saat ditemui Bola.com seusai pertandingan Persija kontra Bhayangkara FC di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (29/7/2017).

Menurut Ferry, ide mengupayakan perdamaian ini adalah untuk mencegah rivalitas yang sudah kebablasan. Ferry menilai rivalitas yang sudah keluar dari jalur yang semestinya, membuat dirinya merasa prihatin dan perlu melakukan sesuatu.

“Kami ini yang akan melakukan komunikasi terus menerus, tidak ada rencana ke depan. Kami hanya ingin menghentikan atau membuat pencegahan perkelahian dengan senjata tajam yang menimbulkan korban luka. Mengapa? karena menurut saya rivalitas ini sudah tidak asyik, bukan sepak bola, bukan di tribune, tapi malah sweeping di jalanan,” ujar Ferry.

“Selama saya menjadi Ketua The Jakmania, saya tidak pernah memberikan toleransi terhadap aksi sweeping. Saya ingin melindungi anggota saya. Sweeping itu tidak benar. Saya lihat ketika Persija ke Bogor ada The Jakmania yang luka-luka, saya pun prihatin, dan akhirnya merencanakan pertemuan, dan tanggapan Kang Heru positif,” lanjut Ferry.

Soal aksi damai 1.000 lilin yang dilakukan The Jakmania dan Viking di Bekasi, Ferry Indra Syarif mengaku dirinya tidak mengetahui rencana tersebut. Namun, ia berharap upaya perdamaian ini dilakukan secara perlahan karena masih ada pro dan kontra dalam perjalanannya.

“Saya tidak tahu siapa inisiatornya, saya tanya Kang Heru, tapi dia juga tidak tahu. Namun, saya berharap langkah ini dilakukan pelan-pelan karena perdamaian itu prosesnya panjang. Untuk kembali menjadi sahabat baik butuh waktu yang panjang,” lanjut Ferry.