Doakan Ricko Andrean, Arema FC Gelar Ritual Mengheningkan Cipta

 Arema FC tak mau ketinggalan dalam menunjukkan rasa prihatin mereka terhadap wafatnya Ricko Andrean, salah seorang bobotoh yang menjadi korban insiden kekerasan antar suporter. Mereka menggelar ritual mengheningkan cipta sebelum pertandingan kontra Borneo FC.

Ritual ini digelar sebelum kick-off pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (30/07) malam. Selama semenit, seluruh suporter yang hadir di stadion berdiri dan mengheningkan cipta.

“Ini sebagai bentuk respek terhadap korban insiden kekerasan antar suporter,” ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

“Kami mengajak semua yang ada di stadion untuk bersama-sama mendoakan almarhum Ricko Andrean,” sambungnya.

Selain mendoakan Ricko, Sudarmaji juga menyebut doa bersama ini juga dilakukan agar kekerasan antar suporter dan juga kekerasan di sepakbola Indonesia bisa segera hilang. Ia berharap, Ricko merupakan korban terakhir yang jatuh akibat kekerasan di sepakbola Indonesia.

“Kami berharap segala aktivitas kekerasan ini tak lagi terjadi,” tuturnya.

Sebelumnya, tumbal kembali jatuh di sepakbola Indonesia. Seorang bobotoh, bernama Ricko Andrean harus kehilangan nyawanya akibat menjadi korban pengeroyokan oknum bobotoh sendiri. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di RS Santo Yusuf Bandung, Kamis (27/07) pagi.

Ricko dikeroyok oknum bobotoh di Tribun Utara GBLA saat hendak memberikan minum dan menolong anggota The Jakmania yang diintimidasi oleh sejumlah bobotoh.

Lebih lanjut, terkait kekerasan yang masih marak terjadi di sepakbola Indonesia, Sudarmaji mengaku Arema terus mengampanyekan anti kekerasan. Ia bahkan menyebut Aremania -suporter Arema- selalu berupaya menjadi soko guru anti kekerasan.

“Aremania selalu berupaya untuk meminimalisir terjadinya kekerasan, termasuk dengan berkoordinasi dengan aparat keamanan,” tandasnya. (den/dim)

loading...