Surat Komdis PSSI Telat, Persija Kesal Ismed Sofyan Tak Bisa Main

Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco kesal dengan terlambatnya surat keputusan Komisi Disiplin PSSI terkait hukuman untuk bek kanan Persija, Ismed Sofyan. Keterlambatan surat yang baru diterima, Sabtu (29/7/2017) pagi, membuat pelatih Persija itu harus mengubah strateginya dalam waktu singkat.

Komdis PSSI menghukum Ismed Sofyan dua pertandingan setelah dianggap melakukan pelanggaran dalam laga kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (22/7/2017).

Namun, Persija baru menerima surat tersebut pada Sabtu pagi, di mana sore harinya tim berjulukan Macan Kemayoran harus menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Patriot, Bekasi.

Keterlambatan surat tersebut membuat Stefano Cugurra Teco geram. Pelatih asal Brasil menyayangkan sikap PSSI yang terlambat memberikan informasi padahal hukuman itu harus dijalani oleh Ismed Sofyan mulai dari pertandingan kontra Bhayangkara FC hingga laga tandang kontra Barito Putera.

“Kami terlambat mendapatkan surat itu padahal kami sudah mempersiapkan strategi dan taktik untuk pertandingan ini dengan Ismed Sofyan menjadi bagian di dalamnya. Ismed pun tadi kesal karena keterlambatan ini,” ujar Stefano Cugurra Teco kepada Bola.com saat meninjau lapangan jelang pertandingan kontra Bhayangkara FC.

Dengan pemberitahuan yang terlambat, Stefano Cugurra Teco pun terpaksa harus mengubah strategi dalam waktu singkat. Ia harus memanggil satu pemain yang tidak masuk dalam 18 nama pemain Persija untuk pertandingan terakhir putaran pertama Liga 1 2017 ini.

“Saya harus memanggil satu pemain lagi untuk datang. Novri Setiawan akan saya plot untuk menggantikan Ismed Sofyan, padahal awalnya saya ingin ia bermain lebih ke depan,” ujar pelatih aal Brasil.

Teco menyayangkan keputusan PSSI yang memberikan hukuman kepada Ismed Sofyan dalam laga kontra Bhayangkara FC. Menurutnya, keterlambatan ini seharusnya bisa diantisipasi dengan memberlakukan hukuman untuk pertandingan selanjutnya.

“Kalau sudah terlambat seperti ini, seharusnya hukuman dimulai pada pertandingan berikutnya, bukan sekarang. Pemain sudah tidur di hotel dan siap bermain setelah berlatih taktik bersama, akhirnya malah tidak bisa bermain,” keluh pelatih Persija itu