Panpel Persija Beri Peringatan Terkait Rencana Koreografi Bendera Palestina

Persija Jakarta akan melawan Bhayangkara FC pada pekan penutup paruh pertama Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu, (29/07/17) suporter Persija telah merencanakan untuk membuat suatu kreatifitas. Mereka akan menerapkan koreografi bendera Palestina di tribun selatan Stadion Patriot.

Sebagai informasi, Palestina kembali bergejolak. Hal itu terjadi lantaran Israel memboikot akses menuju Masjid Al Aqsa untuk masyarakat negara timur tengah tersebut.

Kebijakan Israel itu memicu demonstrasi besar-besaran yang berakhir dengan kericuhan. Itu menyebabkan 50 demonstran terluka, termasuk empat di antaranya merupakan petugas medis.

Insiden itu membuat beberapa kelompok suporter di Tanah Air bersimpati. Mereka berlomba-lomba memberikan dukungan kepada Palestina. Salah satunya melalui koreografi. Rencananya, hal itu akan dilakukan pada partai Persija melawan Bhayangkara FC di tribun selatan Stadion Patriot.

Ketua panitia penyelenggara (Panpel) pertandingan Persija Jakarta, Arief Perdana Kusuma memberi imbauan kepada suporter untuk tidak membuat koreografi bergambarkan bendera Palestina. Sebab, itu dilakukan supaya menghindari sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

“Koreografi seperti itu tidak diperbolehkan. Nanti Panpel bisa kena denda,” ucap Arief ketika dihubungi INDOSPORT.

Macan Kemayoran, julukan Persija, sebelumnya pernah mendapat hukuman dari Komdis lantaran spanduk yang bertuliskan dukungan kepada ulama. Komdis menyatakan bahwa spanduk tersebut termasuk ke dalam unsur Suku, Agama, Ras dan Aliran atau disingkat menjadi Sara.

Kala itu, Persija melakoni laga tandang rasa kandang melawan PS TNI di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, beberapa waktu yang lalu. Beberapa suporter Macan Kemayoran diketahui membentangkan spanduk tersebut.

Oleh sebab itu, Komdis PSSI mengganjar hukuman Rp30 juta kepada Macan Kemayoran. “Persija didenda karena suporter Persija Jakarta terbukti membentangkan spanduk yang berisikan sara dan melempar petasan pada pertandingan PS TNI melawan Persija Jakarta,” tulis keputusan Komdis PSSI waktu itu.

Kemudian, Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin memberikan konfirmasi terkait spanduk yang termasuk ke dalam golongan sara. Dirinya menegaskan, hal itu telah diatur dalam regulasi.

“Saya tidak bisa sampaikan (isi spanduk itu). Soalnya kan memang di regulasi juga dijelaskan kalau soal sara jelas langsung kena sanksi,” ujar Asep.