agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

Jangan Ada Lagi Korban di Sepak Bola Indonesia

by in Suporter // 0 Comments

Rivalitas suporter sepak bola Indonesia kembali memakan korban jiwa. Terakhir, ada Ricko Andrean Maulana yang menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Santo Yusuf, Bandung, setelah lima hari berjuang menghadapi koma.

Lima hari sebelumnya, atau pada Sabtu (22/7/2017), ia menjadi korban salah paham oknum suporter Bobotoh. Ricko, yang saat itu melerai pengeroyokan terharap seseorang yang diduga Jakmania, ikut menjadi korban. Ricko dianggap Jakmania yang sedang menonton pertandingan Persib melawan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Kabar meninggalnya Ricko dengan cepat tersebar dan mendapat respons dari berbagai pihak. Salah satu pihak yang ikut berbelasungkawa adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Melalui Twitter miliknya, pria asal Jawa Timur tersebut berpesan, tewasnya Ricko menjadi yang terakhir di Indonesia.

Korban tewas konflik suporter di Indonesia memang sudah lama terjadi. Data dari Save Our Soccer menyebutkan, korban tewas suporter sepak bola mencapai 56 orang dalam beberapa tahun belakangan.

Klub yang paling banyak kehilangan adalah Persebaya Surabaya. Jumlah suporter meninggal dari klub asal ibu kota Jawa Timur tersebut mencapai 12 orang. Lalu tetangga dekat Persebaya, yaitu Arema, ada di peringkat kedua tim dengan suporter meninggal terbanyak yakni tujuh orang.

Sementara Persija Jakarta, Persib Bandung, dan PSIS Semarang membuntuti dengan korban meninggal mencapai lima orang. Tiga klub lain juga telah kehilangan masing-masing dua suporternya. Mereka adalah Persita Tangerang, Sriwijaya FC, dan Persis Solo.

Sisanya, tim-tim seperti Semen Padang, Persitara, Persipura, Persik, Pelita Jaya, Persela harus kehilangan satu orang suporter. Hal yang sama juga dialami oleh PSIM, PSCS, PSM, PSPS, PSS dan Persiba Bantul yang juga memiliki korban meninggal satu orang. Korban tewas tidak hanya datang dari suporter klub. Secara mengejutkan, ternyata ada empat orang korban tewas saat menyaksikan tim nasional Indonesia bertanding.

loading...
[X] close