agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

‘Sesumbar’ PSSI dan Kegagalan Timnas U-16

by in Berita Lain // 0 Comments

Mata pencinta sepak bola nasional pastinya tak rela menengok rangkaian hasil tanding timnas Garuda Indonesia U-16 di Piala AFF U-15 2017. Empat pertandingan yang sudah dilakoni, tim berjuluk Garuda Asia, berada di peringkat kelima dengan nilai satu angka.

Indonesia, tak pernah menang di empat laga selama ini. Nilai satu, didapat setelah bermain imbang dari Myanmar, pada putaran pertama babak penyisihan Grup A, pada Ahad (9/7). Pada putaran kedua, Indonesia kandas 0-1 dari tuan rumah Thailand.

Nasib buruk Indonesia di gelaran kali ini, semakin jelas setelah Australia pesta gol di putaran ketiga. Laga pada Kamis (13/7) di IPE Campus Stadium, Chonburi ketika itu, berakhir telak 3-7. Ini menjadi kekalahan terbesar timnas muda Indonesia selama mengikuti Piala AFF Junior sejak 2002.

Kekalahan telak tersebut, memastikan Indonesia tak lolos fase grup. Posisi Merah Putih ketika itu, cuma lebih baik setingkat dari tim muda Singapura, yang berada di dasar klasemen dengan nilai nol. Pada putaran keempat, Sabtu (15/7), laga yang menjadi harapan agar skuat Garuda Asia mencicipi kemenangan pertama, pun kandas. Indonesia, kembali takluk dari Laos dengan skor 2-3.

Sekali imbang atas Myanmar, dan dua kekalahan dari Gajah Perang dan Skuat Kanguru, memang bikin sakit hati. Tapi, yang paling menyedihkan adalah, ketika menengok kekalahan Indonesia dari kesebelasan Laos. Skuat asuhan pelatih Fakhri Husaini tersebut, benar-benar dibikin tak punya keberuntungan.

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi, saat pelepasan timnas Garuda U-16, di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta pada Kamis (6/7), menegaskan doktrin, agar Bagas Bersaudara (Amiruddin Bagus Kahfi dan Amiruddin Bagas Kaffa) tak boleh kalah dari semua lawan yang ada di Grup A.

“Ah, kecil semua lawannya itu,” kata Edy ketika itu. Edy saat itu menyampaikan, lima negara lawan skuat Merah Putih pada babak penyisihan Grup A, yakni Thailand, Singapura, Myanmar dan Australia tak sebanding dengan kebesaran Tanah Air Indonesia.

Paling khusus, Edy menyoroti adanya Laos dalam Grup A. Menurut Edy, ketika itu, jangankan bisa bermain bola, masyarakat di negara dengan populasi tak sampai 10 juta jiwa tersebut, pun seperti hidup kungkungan penderitaan saban harinya lantaran kemiskinan. “Mereka (Laos) jangankan main bola, mau makan saja susah mereka itu,” sambung Edy.

Edy memang kerap menanamkan sikap percaya diri bagi pesepak bola nasional, dengan menempatkan skuat Merah Putih, di atas skuat negara-negara manapun. Sulit menebak ungakapan jenderal bintang itu, hanya sebagai kelakar atau sesumbar. Dalam setiap ungkapannya, siapa pun calon lawan kesebelasan nasional, tak ada dalam kamusnya kata kalah.

“Bagi saya, sepak bola itu macam perang. Kalau perang, kalah ya mati. Bedanya sepak bola, kalau kalian kalah, pulang, jadilah mayat hidup,” kata dia menegaskan. Analogi perang dan sepak bola tersebut, sudah dua kali dia sampaikan.

Pertama kali, ucapan tersebut, dia lontarkan pada 10 Mei lalu. Ketika itu, saat dia mengomentari kemajuan skuat Garuda Indonesia U-23 bentukan pelatih Luis Milla Aspas. Ucapan serupa, dilontarkan kembali oleh Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) tersebut, saat pelepasan timnas Garuda U-16.

“Saya sudah 16 kali ikut perang. Dan tidak pernah ada dalam kamus saya, kalah. Kalian (sepak bola Indonesia) harus menang,” sambung dia. Khusus skuat Garuda U-16, Edy memuji, reputasi para pemain junior tersebut, sudah terbukti dengan berhasil menjadi juara dalam turnamen Tien Phong Plastic Cup 2017 di Da Nang, Vietnam, Juni lalu.

“Kalian sudah menorehkan tinta emas di Vietnam. Kali ini, (di Piala AFF U-15), kalian harus membawa pulang piala,” ujar dia. Edy, tak menjanjikan apa-apa ketika itu, jika timnas Garuda U-16 berhasil membawa pulang gelar dari Chonburi.

Mantan Pangdam Bukit Barisan itu, hanya menjanjikan, akan menyambut skuat Garuda U-16 dengan menyewa mobil bak terbuka dan membawa meraka keliling ibu kota, sebagai bukti keberhasilan. Penyambutan tersebut, seperti kemeriahan yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), saat menyambut peraih medali emas atlet badminton Indonesia, dari ajang Olimpiade 2016 lalu.

Namun, sepertinya, rencana penyambutan timnas muda tersebut, tak lagi menarik dibicarakan. Episode pertama timnas U-16 di gelaran bergengsi Asia Tenggara, sudah pungkas. Hanya tersisa satu laga terakhir Indonesia di Piala AFF U-15 musim ini. Yaitu, melawan negara yang katanya, sebagai skuat Negara Singa, yaitu Singapura, pada Senin (17/7) mendatang.

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*