agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

Pelatih Timnas Indonesia U-16: Hal Yang Bagus Kami Gagal Di Piala AFF U-15

by in Tim Nasional // 0 Comments

Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-16 mengungkapkan kekecewaannya, setelah timnya takluk dari Laos U-16, skor 3-2, dalam lanjutan grup A Piala AFF U-15 2017 di Stadion IPE Chonburi Campus 1, Sabtu (15/7). Namun begitu, dia menganggap ini sebagai pelajaran yang berharga untuk timnya.

Mengingat sebelumnya, mereka sempat terlalu dielu-elukan ketika menjadi juara di turnamen Tien Phong Plastic Cup 2017 di Vietnam, beberapa waktu lalu. Apalagi setelah ini mereka akan berlaga pada kualifikasi Piala Asia U-16 2018 di Thailand, September nanti.

Pada ajang itu, mereka tergabung di grup G bersama Thailand, Laos, Timor Leste, dan Kepulauan Northern Mariana. Maka itu, ini menjadi ajang yang pas untuk mengukur diri bagi Brylian Neghieta Dwiki Aldama dan kawan-kawan sebelum ke Pra Piala Asia U-16.

“Buat saya ini pelajaran bagus. Lebih bagus kami gagal di sini meskipun tadinya kami ingin juara, daripada situasi ini terjadi pada saat kualifikasi Piala Asia nanti. Bagi saya, Piala Asia dengan tujuan akhirnya lolos ke Piala Dunia adalah hal yang dicita-citakan oleh semuanya,” ucap Fakhri.

“Dengan hasil ini, tim ini tak dapat pujian seperti kemarin, dan memang tak perlu diberikan pujian yang berlebihan karena tim ini belum apa-apa. Bahwa penampilan kami di babak uji coba cukup menjanjikan, bukan berarti tim ini harus mendapatkan pujian setinggi langit,” tambahnya.

Di samping itu, Fakhri mengakui timnya di Piala AFF U-15 mendapatkan tekanan dari level lawan yang seimbang bahkan di atas mereka. Dia pun menambahkan, timnya tak mudah untuk keluar dari tekanan yang lawan berikan.

“Karena ini sepakbola, kepintaran atau kebodohan itu pasti menular. Ketika ada dua atau tiga pemain yagn tak bermain seperti semestinya, akan menular ke pemain yang lain. Jadi sekali lagi, terlepas dari kekecewaan saya yang mendalam, buat saya ini bagus,” tegasnya.

“Paling tidak, ini jadi bahan introspeksi bagi kami semua, bahwa tim ini masih harus banyak lagi berbenah. Ini semacam obat pahit yang harus kami telan, tapi semoga ini bisa menjadi hal yang manis ketika kualifikasi Piala Asia nanti. Akan lebih bagus kami jadi underdog di Pra Piala Asia,” pungkas eks kapten timnas Indonesia itu.

loading...
[X] close