Striker PSIS Ini Mendapat Banyak Hujatan di Medsos, Begini Reaksinya

Setelah laga melawan Persis Solo, striker PSIS Johan Yoga Utama mendapat banyak hujatan di media sosial.

Sejumlah suporter menyampaikan kekesalan karena dia gagal membobol gawang tuan rumah.

Dalam lanjutan Liga 2 di Manahan itu, PSIS takluk 0-1 oleh gol Dedi Cahyono Putra.

“Saya tak pernah mengambil serius hujatan mereka. Sudah jadi risiko profesi saya sebagai pemain sepakbola. Kalau hujatan, yang menjelekkan, banyak. Tak perlu sampai dibawa ke hati. Kalau kritik membangun, saya ucapkan terima kasih,” ungkapnya seusai latihan di Jatidiri, Senin (10/7/2017).

Striker berjuluk Super Jo ini menganggap hujatan yang ditujukan kepadanya merupakan luapan emosi sesaat.

Jadi dia merasa tak perlu terbawa emosi juga.

“Bahkan setelah menyampaikan hujatan, mereka kirim pesan pribadi ke saya untuk meminta maaf,” jelasnya.

Di sisi lain, beberapa manajer tim menawari Super Jo hengkang dari PSIS,

Apa alasannya?

“Mereka bilang, ‘Daripada di Semarang, usaha kamu tidak dihargai suporter.’ Tapi saya tolak. Saya pertahankan posisi saya di sini karena saya bermain untuk kota saya sendiri. Kota kebanggaan saya, Semarang,” papar Johan. (*)