Cedera, Hamsa Lestaluhu Pilih Pulang Ke Maluku Untuk Proses Penyembuhan

Pemain muda Hamsa Lestaluhu harus mengubur impiannya untuk memperkuat tim nasional (timnas) Indonesia U-16 di Piala AFF U-15 2017 di Chonburi, Thailand, 9-22 Juli mendatang. Itu setelah, dirinya menderita cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL), pada laga uji coba melawan Askot Persija Pusat U-16 di Stadion Atang Sutresna, 4 Juli lalu.

Meski begitu, Hamsa tak ingin terlalu larut dalam kesedihan. Dia tetap bersemangat, lantaran masih memiliki peluang untuk memperkuat tim berjulukan Garuda Asia itu di Pra Piala Asia U-16 2018, 16-24 September nanti.

Lebih lanjut, pemain asal Tulehu ini pun ingin menyembuhkan cederanya tersebut di kampung halaman. “Coach Fakhri (Husaini, pelatih timnas Indonesia U-16) bilang untuk banyak-banyak istirahat dan coach bilang saya akan main di AFC. Kata dokter, untuk penyembuhan memakan waktu dua minggu,” ucap Hamsa, kepada wartawan di sela-sela acara pelepasan timnas U-16 di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta, Kamis (6/7) malam.

“Saya mungkin akan pulang ke Maluku dan istirahat saja di rumah, itu saya sendiri yang mau. Nanti saya akan ditemani ibu, untuk berobat tempatnya di mana, saya serahkan saja kepada ibu,” tambah sepupu dari pemain Persija Jakarta Pandi Lestaluhu itu.

Di samping itu, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini juga tetap memotivasi rekan-rekannya agar bisa membawa gelar juara Piala AFF U-15. “Saya bilang ke kawan-kawan, jangan karena tanpa saya kalian patah semangat dan kalian harus semangat,” bebernya.

Fakhri selaku pelatih pun mengakui, skuat asuhannya sempat merasakan kesedihan yang mendalam ketika mengetahui rekan mereka mengalami cedera parah. Sampai Fakhri harus kembali mengingatkan para pemainnya untuk segera bangkit dari kesedihan kehilangan Hamsa.

“Ketika latihan sesi pertama anak-anak masih terpukul, kemudian saya kumpulkan dan bilang ‘Kita mau latihan apa kita mau meratapi cedera Hamsa? Kalau kalian nangis pun cedera Hamsa tidak akan sembuh. Ayo kalian move on, apa yang harus kita lakukan? Ya didoakan semoga lekas sembuh’ dan kalau ada yang bertanya siapa orang yang paling sedih ya saya, saya orang pertama yang sangat sedih,” beber Fakhri.

Mantan kapten timnas Indonesia itu pun mengungkapkan untuk cedera Hamsa tak langsung diambil tindakan operasi. Itu karena, masih menurut Fakhri, dokter tidak berani mengambil risiko untuk cedera seperti itu.

“Untuk pemain muda dengan pemain senior beda cara penanganannya. Kalau seperti Hamsa ini, bisa saja, diharapkan, dengan pengobatan konservatif (menurut saran dokter) seperti dikompres saja diharapkan dengan istirahat juga bisa sembuh,” jelasnya.

“Selain itu, kakinya juga tidak boleh menyentuh tanah juga dan diharapkan setelah dua minggu itu, tadinya cedera yang sobek itu bisa pulih sehingga tidak perlu operasi. Tapi kalau recovery awal tidak berhasil, baru berlanjut ke operasi,” pungkasnya.