Kiper Persebaya Berharap Bisa Bermain di Stadion Tambaksari

Penjaga gawang Persebaya Surabaya Dimas Galih Pratama berharap bisa kembali bermain di Stadion Gelora 10 Nopember. Sebagai pesepak bola asli Surabaya, Dimas mengaku bangga jika bisa bertanding di salah satu tempat legendaris yang beken dengan nama Stadion Tambaksari ini.

Dimas tak terlalu ingat kapan terakhir kali merumput di kandang lawas Green Force – julukan Persebaya itu. “Waktu itu Persebaya masih main di IPL. Sekitar tahun 2013,” kenang Dimas ketika ditemui JawaPos.com seusai latihan.

Saat itu Dimas masih menjadi kiper ketiga di skuad Persebaya. Usianya baru menginjak 20 tahun. Dimas muda  adalah penjaga gawang pelapis untuk Endra Prasetya dan Dedi Iman. Ia baru turun ketika Endra atau Dedi mengalami cedera atau akumulasi kartu.

“Bermain di Stadion Gelora 10 Nopember itu memiliki aura tersendiri. Stadion ini adalah aksi bisu kejayaan Persebaya. Tak terhitung berapa legenda Persebaya dan sepak bola Indonesia, bahkan dunia, yang pernah bermain di Tambaksari,” sebut Dimas.

Dimas mengaku sangat akrab dengan suasana dan sensasi bermain di Gelora 10 Nopember. Jarak yang sangat dekat dengan rumah membuat Dimas sangat sering datang ke stadion ini. Selain itu, Dimas juga kerap merumput di Tambaksari semasa masih bermain di kompetisi internal Persebaya.

Dimas menyambut gembira jika Persebaya bisa menggunakan Gelora 10 Nopember kembali sebagai markasnya. “Kalau bisa main di sana lagi, apalagi saya Arek Suroboyo, tentu saya sangat senang dan bangga,” tutup eks kiper PSM Makassar dan Gresik United itu. (saf/JPG/jawapos)