Persebaya Terusir dari Surabaya, Jamu Persatu di Sidoarjo

Persebaya Surabaya dipastikan terusir saat menjamu Persatu Tuban dalam laga lanjutan Liga 2 2017 Grup 5 pada 6 Juli 2017. Pasalnya, Pemerintah Kota Surabaya melarang tim berjulukan Green Force tersebut menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo dan Stadion Gelora 10 November.

Kepastian itu didapatkan setelah pertemuan antara perwakilan Bonek Mania, manajemen Persebaya dan Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, Kamis (22/6/2017), di Kantor Pemkot Surabaya. Dalam pertemuan tertutup itu, kabarnya Risma tetap tidak mengizinkan Persebaya menggunakan kedua stadion tersebut.

Untuk Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pihak Pemkot Surabaya beralasan stadion tersebut sedang direnovasi dan dilakukan perawatan rumput. Sementara larangan penggunaan Stadion Gelora 10 November karena stadion ini merupakan cagar budaya.

Seperti yang pernah diungkapkan Risma, bangunan stadion yang menjadi saksi bisu kejayaan Persebaya di masa lalu ini sudah cukup tua dan berisiko jika masih dioperasikan. Kabarnya, kapasitas Stadion Gelora 10 November, Surabaya, yang hanya 25 ribu orang juga terlalu kecil untuk menampung masa Bonek Mania yang jumlahnya jauh lebih besar.

Meski belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persebaya, Bola.com mendapatkan informasi valid bila Rendi Irwan dkk. pindah kandang ke Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Hal itu diketahui dari surat rekomendasi yang diberikan Asprov PSSI Jatim ke pihak Persebaya. Surat tersebut sebagai salah satu syarat untuk mengurus perizinan di Polda Jatim.

“Surat itu sudah kami layangkan ke pihak Persebaya pada Kamis (22/6/2017). Surat itu diminta Persebaya untuk mengurus izin menggelar pertandingan ke Polda Jatim. Soal stadion yang akan mereka pakai adalah Stadion Gelora Delta, Sidoarjo,” jelas sumber Bola.com di Asprov PSSI Jatim yang menolak identitasnya disebutkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persebaya mengenai kepindahan markas mereka dari Surabaya ke Sidoarjo.