Persebaya Perketat Akses Media Dapatkan Informasi

Setelah kembali ke Surabaya pada Minggu (10/6/2017), Persebaya Surabaya kembali menggelar latihan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (12/6/2017) malam. Hanya, karena pada sesi latihan kali ini sang pelatih, Angel Alfredo Vera, memberikan menu latihan taktik, latihan perdana usai sepekan berlatih di Bali ini kembali tertutup untuk publik.

Manajemen dan Alfredo tampaknya tidak ingin taktik permainan yang ia terapkan diketahui publik, apalagi media. Ada indikasi, mereka khawatir strategi yang akan ia jalankan saat pertandingan nanti sampai ke tangan lawan.

Sikap manajemen dan pelatih Persebaya yang tidak terbuka terhadap media menyiratkan mereka sangat berhati-hati dalam mempublikasikan hal-hal yang bersifat teknis. Akibatnya, hingga kini tidak banyak perkembangan Persebaya yang bisa diinformasikan ke publik sejak tim berjulukan Green Force ini ditangani Alfredo.

Sebelumnya, manajemen juga membatasi ruang bicara pemain kepada media. Semua akses komunikasi media hanya melalui satu pintu, via media officer.

“Boleh saja, asal konfirmasi dulu, dan akan dibantu oleh MO. Silakan kirimkan draf pertanyaan, nanti akan dijawab saat pemain bersangkutan senggang. Kalau wawancara langsung memang dibatasi, agar pemain bisa konsentrasi,” ujar Roky Maghbal, media officer Persebaya.

Sejak terjadi pergantian pelatih dari Iwan Setiawan ke Alfredo, banyak terjadi perubahan kebijakan yang diberlakukan manajemen Persebaya. Mulai memecat tiga asisten pelatih, Ahmad Rosyidin, Jefri Prasetyo, dan Dedi Sutanto secara diam-diam, pelit bicara kepada media, sampai menutup akses media saat latihan.

Tata kelola Persebaya di tangan Jawa Pos Sportainment terkesan sangat eksklusif. Persebaya yang dulu sangat terbuka pada publik kini serba dibatasi. Hasilnya, informasi yang sampai ke publik maupun pendukung Persebaya kini bisa dibilang sangat minim. “Karena bersifat teknik, maka latihan berlangsung tertutup. Mungkin di hari berikutnya akan terbuka,” tutur Roky.

loading...