Drogba Arema Bingung Tentukan Menu Buka Puasa

Menjalani kompetisi saat bulan Ramadan bukan hal mudah. Hal ini diakui striker muda Arema FC, Dedik Setiawan. Tahun ini merupakan pengalaman pertama baginya tetap menjalani latihan dan pertandingan setelah siang harinya menjalankan ibadah puasa.

”Ini pertama kali saya latihan dan main bulan Ramadan karena sebelumnya saya main di Metro FC, kompetisi Divisi Utama libur saat memasuki puasa,” kata penyerang 23 tahun itu.

Penyerang yang sudah mengoleksi tiga gol ini mengaku sangat menjaga kondisinya selama Ramadhan. “Saya banyak tidur sama minum vitamin waktu sahur dan buka. Itu saja resepnya biar puasa lancar,” kata pemain asal Kabupaten Malang.

Namun Dedik mengaku punya kendala justru saat buka puasa. Terutama ketika hendak menjalani pertandingan. Seperti yang dialaminya pada pekan lalu waktu Arema menjamu Mitra Kukar di Stadion Gajayana Malang (28/5/2017).

“Waktu mau melawan Mitra Kukar kemarin bingung buka puasa. Kalau langsung makan banyak takut jadi sakit perut. Tapi makan sedikit perut rasanya masih kosong,” kata Dedik.

Hal ini akan kembali dirasakannya menjelang pertandingan lawan Persija Jakarta nanti malam. Meski kick-off pertandingan berjarak tiga jam setelah buka puasa, Dedik merasa belum menemukan cara berbuka puasa yang pas.

”Semoga saja nanti sudah mulai terbiasa. Karena waktu lawan Mitra Kukar kan pertama kali main dalam bulan Ramadhan,” jelasnya.

Sebenarnya tim pelatih Arema sudah berkomunikasi dengan dokter tim untuk menyiapkan menu buka puasa yang pas untuk pemain menjelang pertandingan. Menu buka yang diberikan sebelum pertandingan memang tidak terlalu berat. Setelah pertandingan porsi makanan lebih berat baru diberikan.