agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

PSPS Riau 1 vs 0 Persiraja – Tiga Tandang, Tiga Penalti

by in Liga 2 // 1 Comment

Eksekusi penalti PSPS Riau membuat Persiraja takluk 0-1 dalam laga lanjutan Liga 2 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, petang kemarin. Ini merupakan penalti ketiga yang diterima Lantak Laju dalam tiga laga tandang.

Hukuman penalti itu merupakan yang ketiga kali diterima Persiraja pada musim ini. Ironisnya, seluruh hukuman itu diperoleh saat mereka melakoni laga tandang.

Penalti pertama didapat ketika Laskar Rencong bermain imbang 2-2 di kandang PSBL Langsa. Bahkan, akibat tendangan 12 pas itu berakibat dengan hukuman skorsing Ferry Komul. Kutukan berlanjut ketika Iwan Sadri cs bertamu ke markas PSMS, pekan lalu. Trigol yang bersarang ke gawang Persiraja juga berasal dari sepakan penalti.

Persiraja mengawali laga terbilang cukup baik. Pemain lapis kedua yang mendominasi skuadra Laskar Rencong sudah mulai berani tampil menekan. Kerja sama satu dua yang dibangun dari lini tengah beberapa kali merepotkan lini pertahanan tuan rumah.

Buktinya, Agung Rizkiawan yang sejatinya pelapis Fahrizal Dillah sudah menunjukkan konsistensinya selama pertandingan dengan menciptkan peluang emas. Sayang tendangan kerasnya pada babak kedua masih membentur tiang.

Lini belakang yang digalang Rafsanjani juga terlihat padu sehingga berhasil menghalau serangan pemain Asykar Bertuah. Kokohnya tembok pertahanan ini membuat lini serang PSPS frustasi. Malahan, trio di depan tuan rumah, Ananias Fringkrew, Defri Riski, dan Leo Guntara dibuat tak berkutik. Bola panjang yang dimainkan mereka berhasil dipatahkan Rafsanjani, Hidayat, dan Khairunnas.

Sayangnya pertandingan dalam tempo tinggi ini dirusak dengan aksi diving pemain pengganti PSPS, Firman Septian. Firman terjatuh di dalam kotak penalti Persiraja pada menit 77 ketika dia berusaha melewati Lutfhi Fauzi Hamdan. Melihat pemain tuan rumah terjatuh, wasit langsung menunjuk titik putih. Tembakan 12 pas ini langsung dimaksimalkan Ananias Fringkreuw hingga merubah skor 1-0 untuk tuan rumah.

Pelatih Persiraja Anwar sangat menyayangkan keputusan wasit, karena menurutnya sama sekali tidak ada kontak fisik antara pemainnya dengan Firman. “Jelas diving. Dia jatuh tanpa ada sentuhan dengan pemain kita,” komentarnya.

Di sisi lain Anwar memuji semangat juang anak asuhnya yang cukup gigih. Ia melihat ada kemajuan signifikan yang ditunjuk pemain Persiraja dibanding saat dikalahkan PSMS. Namun Anwar tidak bisa memaksimalkan taktik dalam permainan itu karena keterbatasan pemain. “Kendalanya hanya satu, stok pemain kami terbatas,” tuturnya.

Dalam partai ini Persiraja memang hanya memboyong 16 pemain, menyusul badai cedera yang menyergap empat pemain intinya. Anwar sangat berharap krisis pemain ini segera berakhir karena Persiraja sangat butuh tambahan poin untuk merangsek ke papan atas.

Kekalahan ini membuat poin yang dikumpulkan Persiraja tidak beranjak dari angka 4 atau selisih 8 poin dari PSMS, selaku pemuncak klasemen. Namun Persiraja diuntungkan dengan sisa laga kandang yang lebih banyak. Dalam empat laga yang sudah dilalui, Persiraja baru satu kali bermain di kandang, sebaliknya PSMS sudah menghabiskan empat laga di kandang.

Tarung keras yang dilakoni Persiraja di kandang PSPS Riau kembali memakan korban. Khairulnas, pemain belakang Laskar Rencong terkapar setelah pelipisnya terluka ditanduk pemain lawan.

Khairulnas harus dibopong ke luar lapangan setelah pelipisnya mengucurkan darah segar pascabenturan dengan penyerang PSPS di menit 70. Namun, karena stok pemain sudah habis, pemain ini terpaksa kembali masuk ke lapangan untuk melanjutkan sisa pertandingan selama 20 menit.

Untungnya daya tarung pemain muda ini tidak kendur meski bermain dengan kepala diperban. “Kita tidak ada pilihan. Stok pemain yang terbatas membuat kita mau tidak mau memainkan dia dalam kondisi terluka,” kata pelatih Persiraja Anwar, Sabtu (13/5) malam.

Belakangan diketahui luka di pelipis Khairulnas tidak ringan. Seusai pertandingan luka itu harus dijahit. “Kena empat jahitan,” sambungnya.

Ini jelas kabar buruk bagi tim Kutaraja, karena menambah panjang daftar pemain yang cedera. Sebelumnya Persiraja harus memarkirkan empat pemainnya, Mukhlis Nakata, Fadhil Ibrahim, Fahrizal Dillah dan Agus Suhendra akibat cedera. “Dokter bilang dua, tiga hari (Khairulnas) sembuh. Kita berharap semua pemain bisa bugar di pertandingan kelima,” harapnya.

Khairulnas merupakan salah satu pemain debutan di Persiraja. Bersama Iwan Sadri, Munandar dan Agung Rizkiawan, kuartet ini mulai menjelma menjadi kekuatan baru Laskar Rencong. Dalam dua laga terakhir, empat pemain muda ini selalu diturunkan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Mukhlis cs akibat cedera.(mad)

loading...

1 Comment to “PSPS Riau 1 vs 0 Persiraja – Tiga Tandang, Tiga Penalti”

  1. untuk partai kandang, PSPS Pekanbaru sebaiknya main sore hari. Karena disitulah kekuatan PSPS yakni cuaca panas kota Pekanbaru.

Comments are disabled