Semen Padang vs Persib Bandung, Duel Sebenarnya pada Babak Kedua

Bentrokan Semen Padang vs Persib Bandung di Stadion H. Agus Salim, Kota Padang, Sabtu 13 Mei 2017 merupakan pertandingan besar pekan ke-6 Liga 1. Mencermati grafik agresivitas kedua tim, duel kekuatan sebenarnya akan terjadi pada babak kedua.

Baik Semen Padang maupun Persib Bandung adalah dua tim yang sama-sama cenderung melempem pada interval 45 menit pertama. Namun kemudian beranjak ganas pada babak kedua. Catatan produksi gol menunjukkan karakter tersebut.

Dalam dua kali pertandingan di Padang, tim asuhan Nil Maizar baru sekali menang. Satu laga lainnya berakhir imbang. Mereka juga baru mencetak dua gol di hadapan pendukung sendiri. Dan dari lima laga yang sudah dilakoni, Semen Padang juga cuma mampu bikin satu gol pada interval waktu babak pertama, yakni melalui Vandry Mofu saat mereka menang 1-3 di Gresik.

Regulasi pemain muda tampaknya menjadi salah satu penyebab merosotnya agresivitas Semen Padang di babak pertama. Karena harus lebih dulu memainkan 3 pemain U-22, Kabau Sirah tak bisa menurunkan amunisi terbaiknya untuk memforsir permainan agresif dalam tempo cepat sejak awal. Kualitas pemain muda mereka belum masuk kategori istimewa. Buktinya, tak ada perwakilan pemain muda Kabau Sirah di tim nasional U-22.

Para pemain senior yang berperan vital dalam skema serangan seperti Riko Simanjuntak dan Irsyad Maulana biasanya baru dimainkan pada babak kedua. Akibatnya, agresivitas Semen Padang tak optimal pada babak pertama. Kondisi itu nyata dalam sepak terjang mereka sepanjang lima pekan Liga 1. Kabau Sirah tak lagi sedigdaya musim lalu, saat mereka nyaris selalu menang di kandang dengan skor-skor mencolok.

Penyerang Persib Bandung
Setali tiga uang, agresivitas penyerangan Persib Bandung pada babak pertama juga tak istimewa. Dari enam gol yang dibuat Persib dalam lima laga, hanya satu yang dicetak babak pertama. Gol itu dicetakAtep pada menit ke-12 saat Maung Bandung menang 2-0 atas Sriwijaya FC. Maung Bandung baru mulai makin ofensif setelah sejumlah pemain senior, biasanya gelandang Michael Essien dan penyerang Shohei Matsunaga, masuk pada babak kedua.

Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman pun mengakui, duel melawan kekuatan sebenarnya dari Semen Padang akan terjadi pada interval 45 menit kedua. Namun, Djadjang Nurdjaman menegaskan, Persib Bandung sebisa mungkin harus mampu membawa keunggulan lebih dulu di babak pertama.

“Hampir sama dengan kami, mereka (Semen Padang) juga lebih produktif pada babak kedua. Namun, pada laga ini kami harus bisa langsung panas di babak pertama dan mencuri gol supaya punya modal bagus. Khususnya secara psikologis di babak kedua,” ujar Djadjang kepada Pikiran Rakyat di Hotel Pangeran Beach, Kota Padang, Sabtu 13 Mei 2017.

Agresivitas pada 45 menit awal diperlukan demi memanfaatkan kondisi Semen Padang yang kurang begitu kuat pada periode tersebut. Persib harus mampu mengeksploitasi setiap celah di lini pertahanan Kabau Sirah. Apalagi, sektor penyerangan Maung Bandung mendapatkan suntikan energi dengan kehadiran gelandang Gian Zola dan pemain sayap cepat Febri Hariyadi yang baru kembali dari pemusatan tim nasional.