Bos PSM: Wasit Iwan Sukoco Tidak Layak Pimpin Pertandingan

Usai mendapatkan hasil imbang 1-1 saat menantang tuan rumah Mitra Kukar, di lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 musim 2017, Chief Executive Officer (CEO) PT Persaudaraan Sepakbola Makassar (PT-PSM) Munafri Arifuddin menganggap kepemimpinan Iwan Sukoco sebagai pengadil lapangan merusak sepakbola Indonesia.

Menurutnya, banyak keputusan yang diambil wasit Iwan Sukoco sangat merugikan PSM. ‎Dengan begitu ia mengharapkan Operator Gojek Traveloka Liga 1 harus cepat melakukan evaluasi. Karena hampir semua klub yang bertanding mempermasalahlan keputusan wasit.

“Ini sangat berbahaya terhadap sepak bola Indonesia ketika wasit sebagai satu satunya pengadil di lapangan tidak punya kemampuan mumpuni dalam memimpin, wasit selalu merenggut paksa kemenangan tim, entah apa motif dari semua itu, indepensi wasit harus dipertanyakan,” kata Munafri Arifuddin.

Sebagai pemilik klub besar, ia berharap, janji ketum PSSI y‎ang katanya menjamin wasit sudah jauh dari pengaruh eksternal harus dibuktikan. Sebab apa yang diperlihatkan wasit Iwan Sukoco dalam memimpin pertandingan antar tuan rumah Mitra Kukar vs PSM memperlihatkan bahwa arahan dari ketua umum PSSI hanya isapan jempol semata. “Wasit sama sekali tidak mengindahkan itu,” tambahnya. ‎

“Coba lihat track record dari seorang Iwan Sukoco, apakah dia masih pantas menjadi seorang pengadil dilapangan hijau?. Ataukah dia begitu kuat sehingga tak tersentuh,” tandasnya.

Padahal, kata dia, kami sudah berbuat banyak untuk kemajuan sepak bola Indonesia, tapi semakin banyak kami berbuat justru semakin kami dirugikan dengan keputusan kontroversial, hal seperti inikah yang menjadi tanda positif kemajuan sepak bola Indonesia.

‎Menurutnya, dikala semua klub berlomba untuk memajukkan sepak bola nasional, disaat yang bersamaan, semangat yang tinggi itu terus dipadamkan oleh hawa nafsu wasit dilapangan‎.

“Operator liga dan PSSI harus cepat turun tangan mengevaluasi keadaan ini. Kami tidak ingin menjadi korban lagi atau apakah kami harus terus pasrah menerima ini atau atau kami yang harus menghakimi dengan cara kami sendiri. Jadi mari kita bangun semangat sportivitas mari kita jaga kewibawaan PSSI, mari kita bertanding secara fair dan adil,” tutupnya. ‎ (Srahlin Rifaid/kabar.news)