Akibat Regulasi, Syamsul Chaeruddin Mulai Tersisih dari PSM?

syamsul-chaeruddin-girang-psm-makassar-menang-tandang

Ada yang terasa janggal saat PSM Mkassar beruji coba dengan Perseru Serui di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Senin (27/3/2017) malam.

Dalam daftar susunan pemain PSM, nama Syamsul Chaeruddin tidak masuk daftar. Padahal, sosok Syamsul sebagai ikon PSM sangat kental. Apalagi, mantan gelandang timnas ini tidak dalam kondisi cedera.

Adanya aturan pemain U-23 yang wajib jadi starter membuat sosok Syamsul pelan tapi pasti mulai tersisih. Jangankan Syamsul, Rasyid Bakri dan Rizky Pellu pun baru masuk pada babak kedua.

Robert Alberts, pelatih PSM lebih memilih menurunkan M. Arfan dan Wiljan Pluim sebagai gelandang tengah. Fenomena Syamsul ini hampir sama dengan nasib Wayne Rooney di Manchester United. Keduanya sama-sama dihormati oleh rekan setim dan suporter tapi harus merelakan menit bermainnya kepada pemain lain.

Dihubungi secara terpisah, Syamsul mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Robert Alberts sebagai pelatih. “Kewajiban saya sebagai pemain adalah berlatih keras untuk mendapatkan tempat di tim,” kata gelandang timnas Piala Asia 2007 yang tahun berusia 34 tahun.

Bagi Syamsul, kepentingan tim lebih utama. Apalagi, pada kompetisi Liga 1, semua tim juga mengalami kondisi yang sama akibat regulasi pemain muda dan pembatasan usia pemain.

“Semua pemain punya tekad yang sama membawa PSM juara. Alhamdulillah, kita semua merasa seperti saudara di PSM,” tutur Syamsul.