Indonesia Kini Punya Lembaga Resmi Urusi Sengketa Pemain dan Klub

jelang-kongres-tahunan-pssi-sebar-undangan-ke-107-votersPerwakilan FIFA dan FIFPro hadir di Indonesia untuk mengadakan pertemuan dengan PSSI serta Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI) untuk membahas mengenai pilot project National Dispute Resolution Chamber (NDRC), Kamis dan Jumat, 9-10 Februari 2017. FIFA memilih Indonesia sebagai salah satu dari empat negara yang mendapatkan kepercayaan untuk membentuk badan arbitrase.

NDRC adalah badan pengadilan arbitrase independen yang dibentuk oleh PSSI untuk menangani sengketa yang terjadi antara klub dan pemain. Dari 46 negara anggota AFC, Indonesia menjadi salah satu dari dua negara, selain Malaysia, yang mendapatkan kepercayaan dari FIFA untuk pilot project tersebut.

“Pertemuan berlangsung positif. Ini menjadi pekerjaan besar bagi kami. Semangatnya adalah kami ingin klub dan pemain menjadi satu unit memastikan sepak bola memiliki stabilitas yang baik agar industri sepak bolanya bisa bertumbuh,” ujar Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Sementara itu, perwakilan FIFA yang hadir dalam pertemuan ini, James Johnson, menyebut badan arbitrase independen yang akan dibentuk di Indonesia itu akan efektif dalam penyelesaian sengketa antara klub dan pemain. Johnson pun merasa puas dengan pertemuannya dengan PSSI, APPI, dan FIFPro di Indonesia.

“Tujuannya adalah mencoba untuk mengimplementasikan NDRC yang dipercaya efektif untuk menyelesaikan sengketa antara pemain dan klub. Indonesia menjadi salah satu dari empat negara yang dibidik FIFA untuk dijadikan pilot project di seluruh dunia,” ujar Head of Proffesional Football FIFA, James Johnson,

Mengenai keputusan FIFA memilih PSSI untuk melakukan pilot project, Johnson mengaku PSSI dan APPI memiliki keinginan untuk mengimplementasikan program tersebut. Bahkan, Johnson mengaku baru tiga negara yang dipercaya menjalankan program ini dan FIFA masih mencari satu negara lain.

“Mengapa Indonesia dipilih oleh FIFA untuk proyek ini karena kami melihat keinginan kuat dari PSSI dan seluruh stake holder sepak bola di Indonesia, termasuk APPI yang merupakan perwakilan pemain di sini dan perwakilan klub untuk mengimplementasikan program ini,” lanjut Johnson.

Selain Indonesia, Malaysia merupakan negara Asia yang mendapatkan kepercayaan dari FIFA untuk menjalankan program tersebut. Sementara negara lain yang mendapatkan kepercayaan sampai saat ini baru Kosta Rika dan FIFA masih mencari satu negara lagi untuk melakukan pilot project tersebut.