Syamsul Chaeruddin Dapat Pujian dari Pelatih PSM di HUT ke-34

syamsul-chaeruddin-girang-psm-makassar-menang-tandang

Syamsul Chaeruddin, ikon PSM Makassar tepat berusia 34 pada Kamis (9/2/2017). Mantan gelandang timnas senior ini berharap dirinya bersama tim Juku Eja bisa menjuarai Liga 1 2017.

“Semoga dengan keseriusan manajemen membangun tim, saya bisa merasakan gelar di usia yang kian senja ini,” ujar Syamsul usai mengikuti latihan reguler PSM di Lapangan BP2IP Barombong, Makassar, Kamis (9/2/2017).

Sejak berkarier di level senior pada 2001, Syamsul memang tidak pernah mengecap gelar bersama klubnya. Prestasi terbaik Syamsul adalah membawa PSM jadi runner-up Liga Indonesia dua kali beruntun pada 2003-2005.

Dia hampir menggapai prestasi juara Liga Indonesia saat berseragam Sriwijaya FC yang kala itu menjuarai Liga Indonesia 2011-2012. Tetapi, sebelum klub Palembang itu meraih gelar, Syamsul sudah memutuskan mundur dan kembali ke PSM.

Sebaliknya, di Timnas U-21, Syamsul yang kala itu bertindak sebagai kapten, membawa Skuat Garuda juara di Piala Hassanal Bolkiah, Brunei Darussalam, pada 2002.

Di PSM saat ini, Syamsul tidak lagi jadi pilihan utama. Gelandang Timnas Indonesia di Piala Asia 2007 ini harus menyerahkan menit bermainnya kepada Rasyid Bakri dan Rizky Pellu, juniornya.

Meski begitu, Robert Alberts, pelatih PSM, mengaku tetap membutuhkan sosok Syamsul dalam PSM. “Bagi saya dia seorang profesional dan anutan buat juniornya,” ujar Robert di tempat yang sama.

Robert pun mendukung keinginan terpendam Syamsul yang ingin mengecap trofi juara. “Saya ingin Syamsul menjadi legenda yang sebenarnya di PSM. Semoga kami sama-sama bisa membawa PSM meraih juara Liga 1 2017,” katanya.