Ke SEA Games 2017, PSSI Tak Akan Terima Dana dari Satlak Prima

Barito Putera Bentengi 4 Pemain Timnas Indonesia U23 IniPSSI berpotensi harus mendanai secara mandiri pelaksanaan pemusatan latihan nasional (pelatnas) U-22 menuju SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Sebab, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) tak menganggarkannya.

Kemenpora berjanji lebih selektif memberangkatkan kontingen ke SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Hanya cabang olahraga berpotensi medali emas yang akan dikirim.

Setelah menjadi runner-up pada Piala AFF 2016, timnas pun mendapatkan jalan ke SEA Gams 2017. Namun, sepakbola belum menjadi salah satu cabang olahraga yang masuk daftar Satlak Prima. Sehingga, PSSI pun tak akan mendapatkan kucuran dana dari Satlak Prima untuk menggelar pelatnas.

“Sampai saat ini PSSI belum masuk Prima. Satlak Prima adalah program pemerintah, investasinya tidak banyak tahun ini Rp 500 miliar. Oleh karena itu, pemerintah menginstruksikan jika olahraga harus spending, jadi kalau ada spending maka kami harus hati-hati belanjakan yang baik. Pilih yang prioritas,” kata Ketua Satlak Prima, Achmad Soetjipto, di kantor PP IKON Senayan, Kamis (5/1/2017)

“Oleh karena itu Prima membuat rencana strategi. Bagi cabor yang sudah punya kalender yang sudah rapi dan mapan dan memiliki jenjang pembinaan dari inisiasi pengembangan sampai elitenya jangan sampai direcoki lagi, dimasukkan Satlak Prima, biarkan mereka melaksanakan itu dengan caranya sendiri. Secara mandiri termasuk sepakbola.

“Saya juga akan bilang dari awal bahwa anggaran Prima kecil. Karena itu, pandai-pandailah memilah mana yang patut didukung penuh, mana yang patut didukung kompetisi, atau yang dibiarkan secara mandiri,” tutur dia.

Lagipula, Tjipto menilai sepakbola sudah semestinya mampu mendanai pelatnasnya sendiri. Sebab, PSSI telah memiliki liga profesional yang mapan.

“Kami akan menjelaskan kepada PSSI, bahwa ada 38 cabang lagi yang kami bina, dan cabang ini membutuhkan betul dana tersebut. Kalau PSSI sendiri bisa mendanai sendiri, dan PSSI tidak bisa terikat dengan kita, karena ada disiplin liganya sendiri, ada klub, ada putaran kompetisi yang teratur, dan beberapa pertandingan usia dsb, itu bagus,” kata Tjipto.

“Silakan itu teruskan. Artinya cabor-cabor yang sudah mandiri ya dipersilakan. Yang namanya high perfomance di luar negeri pun, mereka tidak menyentuh sepakbola,” ucap dia.

loading...