Bima Sakti Minta Maaf Persiba Balikpapan Gagal Menang

bima-sakti-tanggapi-positif-kritikan-terhadap-persiba-balikpapanAsisten pelatih Persiba Balikpapan Bima Sakti menyampaikan permohonan maaf kepada fans setelah Beruang Madu hanya bermain imbang 1-1 melawan Barito Putera di Stadion Parikesit, Senin (12/12) sore WIB.

Bima mengatakan, para pemain sudah berusaha dan bekerja keras memenangi laga kandang terakhir di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Persiba akan menutup turnamen ini pada pertandingan tandang melawan PS TNI.

“Saya mewakili tim dan pemain Persiba memohon maaf kepada seluruh masyarakat dan pecinta sepakbola di Balikpapan. Mungkin ini hasilnya tidak memuaskan, tapi mudah-mudahan ke depannya kami bisa perbaiki lagi. Secara permainan sebenarnya tidak jelek juga, memang rezeki belum berpihak kepada kami,” tutur Bima.

Mengenai tidak adanya nama duo Brasil dalam line-up Persiba, yakni Antonio Teles dan Maycon Calijury, Bima mengungkapkan, jajaran pelatih memang sengaja memasang pemain yang bermain saat menghadapi laga sebelumnya di Serui.

“Kami memang sengaja memasang pemain yang siap buat Persiba, mereka yang benar-benar mau berjuang. Memang yang kami pasang sebagian mereka yang berangkat ke Serui. Jadi kami lihat dedikasi mereka untuk Persiba,” ujarnya.

Bima juga mengungkapkan, Dirkir Khon Glay dipastikan tidak bisa tampil di laga pamungkas melawan PS TNI, karena mendapat sanksi tambahan dari komite disiplin (Komdis) ISC A akibat tindakan tak sportif terhadap striker Persela Lamongan Ivan Carlos.

“Sampai akhir kompetisi Dirkir tidak bisa bermain lagi untuk Persiba. Begitu juga Ivan Caorlos, sama dapat sanksi. Kami tanpa Dirkir sampai akhir kompetisi. Tidak masalah, kami punya beberap pemain,” kata Bima.

Sementara itu, pelatih Persiba Jaino Matos mengungkapkan, pemainnya sudah berjuang mempersembahkan kemenangan di laga kandang terakhir.

“Pertandingan terakhir di stadion ini, kami sangat ingin memberi masyarakat dengan kemenangan. Pemain yang injak lapangan, mereka sudah berjuang maksimal, itu bukan opini tapi fakta,” kata Jaino. (gk-54)