agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker

Rivalitas Boaz Solossa dengan Teerasil Dangda di Final Piala AFF

by in Bintang // 0 Comments

boaz-solossaPertandingan final Piala AFF 2016 antara Timnas Indonesia kontra Thailand menyajikan duel bomber ganas. Boaz Solossa bakal bertarung melawan Teerasil Dangda.

Keduanya bersaing ketat memperebutkan gelar top scorer Piala AFF 2016. Teerasil untuk sementara lebih unggul dibanding Boaz.

Striker Tim Negeri Gajah Putih tersebut sudah mengoleksi lima gol. Mantan striker klub Spanyol, Almeria itu mencetak tiga gol ke gawang Indonesia saat kedua tim berjumpa di babak penyisihan Grup A.

Saat itu Thailand menang 4-2. Dua gol Teerasil Dangda dicetak di partai semifinal leg pertama versus Myanmar.

Di sisi lain, Boaz Solossa kini mengoleksi tiga gol. Satu di antaranya bersarang ke gawang Thailand di penyisihan. Sementara itu, dua lainnya dilesakkan ke gawang Filipina dan Vietnam (semifinal leg pertama). Boaz mengaku tidak ingin terjebak rivalitas dengan Dangda.

“Buat saya pribadi gelar top scorer tidaklah penting. Fokus utama saya membawa Timnas Indonesia menjadi juara Piala AFF. Kalau bisa mencetak gol bagus, jika tidak juga tak masalah,” kata Boaz Solossa yang bermain di klub Persipura Jayapura tersebut.

Striker berusia 30 tahun tersebut menunjukkan kalau dirinya bukan pemain yang egoistis. Ia sudah menyumbang dua assist di sepanjang turnamen. Yang pertama kala Timnas Indonesia berjumpa Singapura. Boaz menyodorkan umpan matang ke Andik Vermansah yang akhirnya mencetak gol.

Selanjutnya pada duel semifinal leg kedua melawan Vietnam, Boaz juga kembali menjadi pelayan bagi Stefano Lilipaly, yang mencetak pertama bagi Tim Merah-Putih.

Boaz Solossa menyadari tugasnya mencetak gol tidaklah mudah, karena ia bakal mendapat pengawalan ketat dari pemain-pemain belakang Thailand. Kiatisuk Senamuang secara terbuka menyebut kalau predator bernomor punggung tujuh tersebut pemain yang amat berbahaya. “Ia akan menjadi ancaman bagi lini pertahanan kami,” ungkap arsitek Thailand tersebut.

Dua Kali Top Scorer

Teerasil Dangda kini adalah pencetak gol terbanyak Timnas Thailand yang masih aktif bermain. Secara keseluruhan, pemain yang kini berusia 28 tahun ini merupakan pencetak gol ketiga terbanyak sepanjang masa di Timnas Thailand dengan 34 gol dari 79 pertandingan.

Begitu berpengaruhnya sosok pemain yang pernah bermain di Eropa itu terhadap Timnas Thailand, sang pelatih Kiatisuk Senamuang pun mendaulatnya menjadi kapten di Piala AFF 2016.

Teerasil menatap Piala AFF 2016, setelah absen pada edisi 2014, dengan penuh percaya diri. Dua gol yang dicetak pemain kelahiran Bangkok, 6 Juni 1988, ke gawang Australia dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Selasa (15/11/2016), seakan menjadi sebuah peringatan kepada Indonesia, Filipina, dan Singapura, yang menjadi lawan Thailand di Grup A Piala AFF 2016.

Bukan tidak mungkin ia akan kembali memperlihatkan ketajaman yang telah membuatnya menjadi top scorer Piala AFF 2012.

Gawang Timnas Indonesia pun sudah pernah dibobolnya. Peristiwa tersebut terjadi di leg pertama Semifinal Piala AFF 2008. Gol Teerasil Dangda saat itu menjadi satu-satunya gol ke gawang Markus Horison yang membuat publik pendukung Tim Garuda di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta tertunduk lesu melihat tim kesayangannya kalah di kandang sendiri.

Di babak penyisihan duo stoper Tim Merah-Putih, Rudolof Yanto Basna dan Fachrudin Aryanto, dibuat keteteran menghadapi sang pemain. Keberhasilannnya mencetak tiga gol menjadi pembelajaran berharga.

Alfred Riedl memberi sinyal bakal memasang duet berbeda saat bentrok final. Ada kemungkinan pelatih asal Austria tersebut memasang trio bek tengah, Manahati Lestusen-Fachrudin Aryanto-Hansamu Yama. Harapannya Danda tidak dibiarkan banyak mendapat ruang bebas.

Jika diberi keleluasaan Teerasil Dangda akan semakin berbahaya dengan dukungan dua rekan setimnya di Muangthong United, Chanathip Songkrasin dan Tristan Do. Kedua pemain muda kini jadi pelayan sekaligus penarik perhatian untuk membuka ruang bagi Dangda.

Tengok saja gol pertama Teerasil Dangda ketika Thailand menahan Australia 2-2 pada kualifikasi Piala Dunia 2018. Sebuah umpan dilepaskan Chanathip dari tengah lapangan ke sisi kanan yang disambut oleh Tristan Do dengan umpan silang ke jantung pertahanan Australia dan berakhir dengan gol yang dicetak Teerasil. Sebuah skema serangan yang sangat baik dan memerlukan pengawalan ketat dari lini pertahanan Timnas Indonesia untuk bisa menghalaunya.

Boaz Lebih Senior

Jika Thailand memiliki Teerasil Dangda, Timnas Indonesia memiliki pemain dengan kualitas yang serupa di dalam diri Boaz Solossa. Kemampuan membawa bola dengan kecepatan tinggi di lini pertahanan lawan menjadi senjata utama Boaz sebelum melepaskan tembakan keras yang sulit untuk dihalau penjaga gawang tim lawan.

Tak berbeda dengan Teerasil, Boaz juga merupakan striker dan kapten Timnas Indonesia di Piala AFF 2016. Dalam perjalanannya bersiap untuk Piala AFF 2016 bersama Tim Garuda, Boaz Solossa sudah mencetak tiga gol dalam empat laga uji coba sejak September hingga November 2016.

Dua gol diciptakannya ke gawang Timnas Malaysia pada 6 September 2016 dan satu gol berikutnya dicetak saat pertandingan kontra Vietnam di Hanoi pada 8 November 2016.

Jika dibandingkan dengan Teerasil yang sudah mencetak 34 gol, Boaz memang baru mencetak 11 gol untuk Timnas Indonesia selama 38 kali berseragam Tim Merah-Putih. Namun, tak hanya piawai mencetak gol ke gawang lawan, seperti yang diperlihatkannya dalam dua laga uji coba Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2016, kemampuan olah bola Boaz yang dibarengi kecepatan kaki yang luar biasa akan menjadi ancaman tersendiri bagi para pemain bertahan lawan.

Bisa dikatakan, sosok Boaz akan mendapatkan perhatian khusus dari tim lawan setelah Timnas Indonesia kehilangan Irfan Bachdim yang biasa menjadi tandemnya.

Ketika Boaz menjadi pemain yang akan mendapatkan pengawalan khusus, terutama di laga pembuka Piala AFF 2016 kontra Thailand, Alfred Riedl menyiapkan Ferdinand Sinaga, Lerby Eliandry, atau Stefano Lilipaly untuk memecah konsentrasi.

Di sepanjang Piala AFF 2016 ini, Boaz telah membuktikan kalau ia tidak hanya berbahaya diposisikan sebagai target man, tapi juga saat menyodorkan umpan terukur pada rekan-rekannya.

Boaz memang tidak hanya berbahaya jika bermain sebagai striker, tetapi juga sebagai penyerang sayap seperti yang biasa diperlihatkannya ketika bermain bersama Persipura Jayapura. Di klub tersebut ia tercatat tiga kali menjadi top scorer kompetisi kasta elite Indonesia, yakni musim 2008-2009, 2010-2011, dan 2013.

Menarik menanti aksi Boaz maupun Teerasil di dua laga final Piala AFF 2016. Keduanya striker level elite kawasan Asia Tenggara yang tengah on-fire.

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.